KEGIATAN PRODUKSI
Untuk membuat sebuah produk yang sukses sampai ke tangan
pembeli, kita harus melewati 5 tahapan utama berikut ini:
1.
Tahap Persiapan: Rencana & Desain
(Pra-Produksi)
Sebelum mulai membuat barang, kita tidak boleh langsung
asal bikin. Ada tiga langkah awal:
Ø Menyusun
Rencana Produk: Menentukan barang apa yang mau dibuat, berapa jumlahnya, dan
kapan harus selesai.
Ø Menerapkan
Desain/Rancangan: Membuat gambar atau sketsa model barang tersebut di kertas
atau komputer sebagai panduan kerja.
Ø Membuat
Prototipe: Membuat 1 buah contoh produk (sampel) pertama. Gunanya untuk dicoba
dulu, apakah ukurannya pas? Apakah ada yang kurang bagus? Jika sudah sempurna,
baru kita lanjut ke produksi massal (banyak).
Contoh di Sekolah: Sebelum
membuat 20 unit meja laboratorium komputer, kita buat dulu 1 meja contoh untuk
dicoba.
Dalam memproduksi barang, ada
dua jenis biaya yang harus dihitung:
·
Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya yang jumlahnya
selalu sama, tidak peduli kita bikin barang banyak atau sedikit.
Ø Contoh:
Sewa tempat workshop, biaya penyusutan alat potong kayu.
·
Biaya Variabel (Variable Cost): Biaya yang
berubah-ubah mengikuti jumlah barang yang dibuat. Semakin banyak barang yang
dibuat, biaya ini semakin besar.
Ø Contoh:
Bahan baku (kayu, paku, lem, cat) dan upah harian tukang
3. Tahap
Inti: Kegiatan Produksi & Jaga Mutu
·
Kegiatan Produksi: Proses mendesain, merakit,
dan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap pakai.
·
Pengendalian Mutu (Quality Assurance): Proses
pemeriksaan barang. Barang yang cacat, miring, atau salah ukuran tidak boleh
dijual dan harus diperbaiki. Gunanya agar pembeli tidak kecewa.
4. Tahap
Finishing: Bungkus, Label, & Antar
·
Pengemasan (Bungkus): Gunanya untuk melindungi
produk agar tidak lecet, pecah, atau rusak saat dibawa.
Ø Kemasan
Primer: Pembungkus yang langsung menempel di produk.
Ø Kemasan
Sekunder: Pembungkus luar untuk menggabungkan beberapa produk.
·
Labelling (Label): Stiker atau tulisan yang
ditempel di bungkus. Isinya informasi penting seperti nama produk, ukuran, cara
pakai, dan nama pembuatnya.
·
Strategi Distribusi: Cara mengantarkan barang
dari tempat kita (produsen) ke pembeli. Bisa dijual langsung (pembeli datang ke
bengkel kita) atau tidak langsung (dititipkan ke toko retail/agen terlebih
dahulu).
5. Tahap
Akhir: Perlindungan Hukum & Layanan Pembeli
·
HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual):
Mendaftarkan karya atau desain produk kita ke pemerintah. Gunanya agar desain
unik kita tidak dicontek atau dicuri oleh orang lain.
·
Layanan Keluhan Pelanggan: Menyediakan nomor
kontak atau garansi. Jika ada pembeli yang protes karena barangnya rusak, kita
harus melayaninya dengan baik (misal diganti baru atau diperbaiki). Keluhan ini
juga berguna agar kita tahu kekurangan produk kita untuk diperbaiki ke
depannya.
