KEGIATAN PRODUKSI

Ali Yasin
0


KEGIATAN PRODUKSI

Untuk membuat sebuah produk yang sukses sampai ke tangan pembeli, kita harus melewati 5 tahapan utama berikut ini:

1.       Tahap Persiapan: Rencana & Desain (Pra-Produksi)

Sebelum mulai membuat barang, kita tidak boleh langsung asal bikin. Ada tiga langkah awal:

Ø  Menyusun Rencana Produk: Menentukan barang apa yang mau dibuat, berapa jumlahnya, dan kapan harus selesai.

Ø  Menerapkan Desain/Rancangan: Membuat gambar atau sketsa model barang tersebut di kertas atau komputer sebagai panduan kerja.

Ø  Membuat Prototipe: Membuat 1 buah contoh produk (sampel) pertama. Gunanya untuk dicoba dulu, apakah ukurannya pas? Apakah ada yang kurang bagus? Jika sudah sempurna, baru kita lanjut ke produksi massal (banyak).

Contoh di Sekolah: Sebelum membuat 20 unit meja laboratorium komputer, kita buat dulu 1 meja contoh untuk dicoba.

 2.       Tahap Hitung-Hitungan: Uang & Biaya

Dalam memproduksi barang, ada dua jenis biaya yang harus dihitung:

·         Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya yang jumlahnya selalu sama, tidak peduli kita bikin barang banyak atau sedikit.

Ø  Contoh: Sewa tempat workshop, biaya penyusutan alat potong kayu.

·         Biaya Variabel (Variable Cost): Biaya yang berubah-ubah mengikuti jumlah barang yang dibuat. Semakin banyak barang yang dibuat, biaya ini semakin besar.

Ø  Contoh: Bahan baku (kayu, paku, lem, cat) dan upah harian tukang

 

3.       Tahap Inti: Kegiatan Produksi & Jaga Mutu

·         Kegiatan Produksi: Proses mendesain, merakit, dan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap pakai.

·         Pengendalian Mutu (Quality Assurance): Proses pemeriksaan barang. Barang yang cacat, miring, atau salah ukuran tidak boleh dijual dan harus diperbaiki. Gunanya agar pembeli tidak kecewa.

 

4.       Tahap Finishing: Bungkus, Label, & Antar

·         Pengemasan (Bungkus): Gunanya untuk melindungi produk agar tidak lecet, pecah, atau rusak saat dibawa.

Ø  Kemasan Primer: Pembungkus yang langsung menempel di produk.

Ø  Kemasan Sekunder: Pembungkus luar untuk menggabungkan beberapa produk.

·         Labelling (Label): Stiker atau tulisan yang ditempel di bungkus. Isinya informasi penting seperti nama produk, ukuran, cara pakai, dan nama pembuatnya.

·         Strategi Distribusi: Cara mengantarkan barang dari tempat kita (produsen) ke pembeli. Bisa dijual langsung (pembeli datang ke bengkel kita) atau tidak langsung (dititipkan ke toko retail/agen terlebih dahulu).

 

5.       Tahap Akhir: Perlindungan Hukum & Layanan Pembeli

·         HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual): Mendaftarkan karya atau desain produk kita ke pemerintah. Gunanya agar desain unik kita tidak dicontek atau dicuri oleh orang lain.

·         Layanan Keluhan Pelanggan: Menyediakan nomor kontak atau garansi. Jika ada pembeli yang protes karena barangnya rusak, kita harus melayaninya dengan baik (misal diganti baru atau diperbaiki). Keluhan ini juga berguna agar kita tahu kekurangan produk kita untuk diperbaiki ke depannya.


Latihan Soal dan jawaban

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)