Brief dan Karya Akhir
Contoh proyek 1
Proyek: Membuat Desain Poster Promosi Produk UMKM
1. Identitas proyek
Komponen | Keterangan |
|---|---|
Nama proyek | Poster Promosi Kopi Lokal |
Klien | UMKM Kopi Nusantara |
Bidang | Desain Komunikasi Visual |
Media | Poster digital |
Aplikasi | Canva/CorelDRAW/Adobe Photoshop |
Waktu | 1 minggu |
2. Latar belakang
UMKM Kopi Nusantara merupakan usaha kecil yang menjual produk kopi lokal. Namun, penjualan masih terbatas karena kurangnya media promosi yang menarik.
Oleh karena itu, dibutuhkan poster digital yang mampu memperkenalkan produk kepada masyarakat dan menarik minat konsumen.
3. Tujuan proyek
- Memperkenalkan produk kopi lokal.
- Menarik perhatian calon pembeli.
- Meningkatkan minat masyarakat untuk membeli.
- Memberikan informasi produk dan kontak pemesanan.
4. Target audiens
- Remaja dan dewasa.
- Usia 17–35 tahun.
- Penggemar kopi.
- Pengguna media sosial.
5. Konsep desain
Tema: Modern, minimalis, dan natural.
Warna:
- Cokelat: menggambarkan kopi.
- Krem: memberikan kesan hangat.
- Putih: membuat desain lebih bersih.
Elemen desain:
- Foto produk kopi.
- Logo UMKM.
- Judul promosi.
- Harga produk.
- Informasi pemesanan.
6. Ketentuan karya
Poster harus memenuhi ketentuan berikut:
- Ukuran 1080 × 1350 piksel.
- Format JPG atau PNG.
- Memuat nama produk.
- Memuat slogan promosi.
- Memuat harga.
- Memuat kontak pemesanan.
- Desain mudah dibaca dan menarik.
7. Proses pengerjaan
Hari | Kegiatan |
|---|---|
1 | Memahami brief dan riset |
2 | Mencari referensi desain |
3 | Membuat sketsa |
4 | Membuat desain digital |
5 | Revisi desain |
6 | Finalisasi poster |
7 | Presentasi karya |
Studi Kasus 1
Membuat Website Profil Sekolah
Sebuah SMK belum memiliki website resmi. Informasi mengenai jurusan, fasilitas, kegiatan, dan pendaftaran masih disampaikan secara manual.
Brief dari klien:
Sekolah membutuhkan website profil yang informatif, menarik, dan mudah digunakan oleh calon siswa maupun masyarakat.
Tugas siswa:
Membuat website profil sekolah dengan ketentuan:
- Halaman beranda.
- Profil sekolah.
- Visi dan misi.
- Informasi jurusan.
- Galeri kegiatan.
- Informasi pendaftaran.
- Kontak sekolah.
Karya akhir yang harus dibuat:
- Dokumen brief.
- Flowchart atau sitemap.
- Desain UI/UX.
- Website yang dapat dijalankan.
- Dokumentasi pengujian.
- Presentasi proyek.
Indikator keberhasilan: Website dapat dibuka, navigasi berfungsi, informasi lengkap, dan tampilannya responsif.
Studi Kasus 2: Membuat Video Promosi Produk Makanan
Sebuah usaha makanan ringan mengalami penurunan penjualan karena kurangnya promosi melalui media sosial.
Brief dari klien:
Klien membutuhkan video promosi berdurasi 30–60 detik yang menarik dan dapat diunggah ke TikTok serta Instagram.
Tugas siswa:
Membuat video promosi dengan ketentuan:
- Menampilkan produk makanan.
- Memiliki pembukaan yang menarik.
- Menampilkan keunggulan produk.
- Memuat informasi harga.
- Memuat ajakan membeli.
- Menggunakan musik atau audio yang sesuai dan legal.
Karya akhir:
- Naskah video.
- Storyboard.
- Daftar pengambilan gambar.
- Video hasil editing.
- Thumbnail video.
- Presentasi hasil produksi.
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Memahami dan Mengerjakan Brief
Tujuan pembelajaran:
Siswa mampu memahami brief, menganalisis kebutuhan klien, merancang solusi, membuat produk, dan mempresentasikan karya akhir.
Petunjuk pengerjaan:
Pilih salah satu studi kasus yang tersedia atau gunakan kasus yang diberikan guru.
Jawablah pertanyaan berikut:
- Apa permasalahan utama yang dihadapi klien?
- Apa tujuan dari proyek tersebut?
- Siapa target pengguna produk?
- Produk apa yang harus dibuat?
- Apa saja spesifikasi produk?
- Aplikasi atau alat apa yang dibutuhkan?
- Bagaimana konsep solusi yang akan dibuat?
- Berapa lama waktu pengerjaannya?
- Bagaimana cara menguji hasil karya?
- Apa saja yang akan dikumpulkan sebagai karya akhir?
Identitas pengerjaan
Nama kelompok: ....................................
Anggota: .................................................
Studi kasus yang dipilih: ...........................
Format hasil pengumpulan:
DESAIN BRIEF
MATERI DESAIN BRIEF
Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) Kelas XI SMK
Mata pelajaran: Konsentrasi Keahlian DKV Kelas: XI SMK Materi: Memahami, Menganalisis, dan Menyusun Design Brief Alokasi waktu: 4 JP (dapat disesuaikan)
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian dan fungsi design brief dalam proses desain.
- Mengidentifikasi unsur-unsur yang terdapat dalam design brief.
- Menganalisis kebutuhan klien berdasarkan studi kasus.
- Menentukan konsep visual yang sesuai dengan target audiens.
- Menyusun dokumen design brief untuk proyek desain komunikasi visual secara sistematis.
B. Pengertian Design Brief
Design brief adalah dokumen yang berisi informasi, arahan, tujuan, kebutuhan, dan batasan suatu proyek desain yang disampaikan oleh klien kepada desainer.
Dokumen ini menjadi pedoman agar proses perancangan desain berjalan terarah dan hasil akhirnya sesuai dengan kebutuhan klien.
Contohnya, sebuah madrasah meminta siswa DKV membuat poster penerimaan peserta didik baru. Sebelum membuat poster, desainer perlu mengetahui nama madrasah, jadwal pendaftaran, sasaran calon siswa, pesan yang ingin disampaikan, ukuran poster, serta media publikasinya.
Informasi tersebut disusun dalam design brief sebelum proses desain dimulai.
C. Fungsi Design Brief
1. Menjadi pedoman kerja
Desainer memiliki arah yang jelas mengenai apa yang harus dibuat dan tujuan yang ingin dicapai.
2. Menyamakan persepsi
Klien dan desainer memahami kebutuhan, konsep, serta hasil yang diharapkan.
3. Menghemat waktu dan biaya
Arahan yang jelas mengurangi kesalahan dan revisi yang tidak diperlukan.
4. Menjadi dasar evaluasi
Hasil desain dapat diperiksa berdasarkan tujuan dan kriteria yang telah disepakati.
D. Unsur-Unsur Design Brief
No. | Unsur | Penjelasan |
|---|---|---|
1 | Identitas klien | Nama individu, organisasi, atau perusahaan pemesan desain. |
2 | Latar belakang | Alasan proyek desain perlu dibuat. |
3 | Tujuan desain | Hasil yang ingin dicapai melalui desain. |
4 | Target audiens | Kelompok orang yang menjadi sasaran desain. |
5 | Pesan utama | Informasi inti yang harus dipahami audiens. |
6 | Jenis media | Poster, logo, brosur, kemasan, konten media sosial, dan lainnya. |
7 | Konsep visual | Gaya desain, warna, tipografi, ilustrasi, dan suasana visual. |
8 | Informasi wajib | Teks, logo, foto, alamat, kontak, tanggal, dan informasi lainnya. |
9 | Spesifikasi teknis | Ukuran, format berkas, resolusi, dan media penggunaan. |
10 | Batasan proyek | Anggaran, waktu pengerjaan, jumlah desain, dan ketentuan lain. |
11 | Indikator keberhasilan | Kriteria untuk menilai apakah desain telah memenuhi tujuan. |
Perlu diingat, design brief bukanlah desain akhir. Dokumen ini merupakan panduan sebelum desainer membuat sketsa, mengembangkan konsep, dan menghasilkan karya final.
E. Tahapan Menyusun Design Brief
1. Menggali informasi dari klien
Melakukan wawancara atau mengumpulkan informasi tentang kebutuhan klien.
2. Menganalisis masalah dan tujuan
Menentukan masalah komunikasi yang harus diselesaikan melalui desain.
3. Menentukan target audiens
Memahami karakteristik, kebutuhan, dan kebiasaan calon penerima pesan.
4. Menentukan arah visual dan teknis
Menetapkan media, warna, tipografi, ukuran, format, dan tenggat waktu.
5. Menyusun dan memvalidasi brief
Menulis hasil analisis ke dalam dokumen, lalu meminta persetujuan klien sebelum desain dikembangkan.
F. Studi Kasus 1 — Desain Poster Penerimaan Siswa Baru
1. Permasalahan
Sebuah Madrasah Diniyah Raudlatul Mutta’alimin ingin meningkatkan jumlah calon siswa baru. Selama ini, informasi pendaftaran hanya disampaikan dari mulut ke mulut sehingga belum menjangkau seluruh masyarakat.
Pihak madrasah meminta bantuan siswa DKV untuk membuat poster promosi yang menarik dan mudah dibaca.
2. Data dari Klien
Nama klien: Madrasah Diniyah Raudlatul Mutta’alimin.
Produk desain: Poster penerimaan peserta didik baru.
Tujuan: Menyebarkan informasi pendaftaran dan menarik minat calon siswa.
Target audiens: Orang tua dan anak usia sekolah di lingkungan sekitar.
Pesan utama: Belajar ilmu agama sejak dini dalam lingkungan pendidikan yang baik.
Media publikasi: WhatsApp, media sosial, dan poster cetak.
Warna yang disarankan: Hijau, putih, dan emas.
Informasi wajib: Nama madrasah, jadwal pendaftaran, alamat, kontak, dan ajakan mendaftar.
Tenggat pengerjaan: 5 hari.
Anggaran: Disesuaikan dengan kesepakatan klien.
3. Contoh Design Brief yang Sudah Disusun
DESIGN BRIEF
Proyek: Poster Penerimaan Peserta Didik Baru
Latar Belakang
Madrasah membutuhkan media promosi yang efektif untuk meningkatkan jangkauan informasi pendaftaran siswa baru.
Tujuan Desain
Menghasilkan poster informatif, menarik, dan mudah dipahami oleh orang tua maupun anak usia sekolah.
Target Audiens
Orang tua yang memiliki anak usia sekolah dan anak-anak yang berpotensi menjadi peserta didik.
Konsep Visual
Gaya islami modern dengan komposisi bersih, ilustrasi anak belajar, warna hijau dan putih sebagai warna utama, serta aksen emas.
Tipografi
Judul menggunakan huruf tebal dan mudah dibaca. Informasi pendaftaran menggunakan huruf sederhana dengan ukuran yang nyaman dibaca.
Spesifikasi Teknis
Poster digital: 1080 × 1350 piksel.
Poster cetak: A3, 300 dpi, dengan pengaturan warna untuk cetak.
Format penyerahan: JPG/PNG untuk publikasi digital dan PDF siap cetak.
Kriteria Keberhasilan
Nama madrasah dan informasi pendaftaran mudah dikenali, informasi penting terbaca jelas, dan poster sesuai dengan karakter lembaga.
4. Analisis Siswa
Berdasarkan kasus tersebut, siswa harus mampu menjawab pertanyaan berikut:
Mengapa madrasah membutuhkan poster?
Siapa target audiens utama?
Mengapa warna hijau sesuai dengan konsep yang diusulkan?
Informasi apa yang harus paling menonjol?
Bagaimana membedakan desain untuk media sosial dan cetak?
Kesimpulan studi kasus: desain yang baik tidak sekadar menarik secara visual, tetapi harus menyelesaikan masalah komunikasi yang dihadapi klien.
G. Studi Kasus 2 — Desain Kemasan Produk UMKM
1. Permasalahan
Seorang pengusaha UMKM memproduksi keripik pisang. Produk tersebut memiliki rasa yang baik, tetapi kemasannya masih berupa plastik polos tanpa identitas merek. Akibatnya, produk sulit dibedakan dari produk pesaing.
Pengusaha meminta siswa DKV membuat desain kemasan yang lebih menarik dan memiliki identitas merek.
2. Informasi Proyek
Unsur | Hasil Analisis |
|---|---|
Klien | UMKM Keripik Pisang |
Masalah | Kemasan belum memiliki identitas visual |
Tujuan | Meningkatkan daya tarik dan pengenalan merek |
Target audiens | Remaja, keluarga, dan pembeli oleh-oleh |
Pesan utama | Camilan lokal yang lezat dan praktis |
Media | Label atau kemasan produk |
Konsep visual | Modern, sederhana, dan berciri lokal |
Warna | Kuning pisang, cokelat, dan hijau |
Informasi wajib | Nama merek, varian rasa, berat bersih, dan informasi produk yang diwajibkan |
Kriteria keberhasilan | Merek mudah dikenali dan informasi terbaca jelas |
3. Tugas Analisis
Peserta didik diminta untuk:
Menentukan masalah utama yang harus diselesaikan.
Menyusun design brief berdasarkan informasi yang tersedia.
Membuat dua alternatif konsep visual.
Menjelaskan alasan pemilihan warna dan tipografi.
Menentukan ukuran kemasan berdasarkan contoh produk atau hasil pengukuran.
Menentukan cara menguji apakah desain mudah dikenali dan dibaca.
Pertanyaan pemantik: Apakah kemasan yang terlihat menarik selalu mampu meningkatkan penjualan? Jelaskan faktor lain yang juga berpengaruh.
H. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
LKPD — Menyusun Design Brief
Kelas XI DKV • Kerja kelompok atau individu
Petunjuk pengerjaan
Pilih satu proyek desain dari daftar berikut, kemudian lengkapi data design brief berdasarkan kebutuhan klien yang telah kalian identifikasi.
Isi kolom di atas, lalu tekan tombol untuk menyalin hasil ke dokumen tugas. Hasil belum tersimpan sebagai berkas.
I. Latihan Soal HOTS
Pilih jawaban yang paling tepat.
1. (C4 — Menganalisis)
Sebuah toko roti meminta desain poster promosi. Desainer langsung membuat poster tanpa menanyakan target audiens, harga, dan produk unggulan. Poster tersebut akhirnya harus direvisi berkali-kali. Penyebab utama masalah tersebut adalah ...
A. Desainer menggunakan perangkat lunak yang salah.
B. Desainer belum menyusun design brief yang memadai.
C. Warna poster terlalu banyak.
D. Ukuran poster terlalu besar.
E. Desainer belum mencetak poster.
2. (C4 — Menganalisis)
Sebuah poster kegiatan sekolah ditujukan kepada siswa usia 15–18 tahun. Informasi tanggal dan lokasi kegiatan justru dibuat sangat kecil, sedangkan ilustrasi memenuhi hampir seluruh ruang desain. Perbaikan paling tepat berdasarkan tujuan komunikasi adalah ...
A. Menambahkan lebih banyak ilustrasi.
B. Mengganti seluruh warna menjadi hitam.
C. Memperjelas hierarki visual agar tanggal dan lokasi mudah ditemukan.
D. Menghapus judul kegiatan.
E. Menggunakan sebanyak mungkin jenis huruf.
3. (C5 — Mengevaluasi)
Klien meminta logo yang sederhana, mudah diingat, dan dapat digunakan pada papan nama maupun foto profil media sosial. Desainer menawarkan logo dengan banyak detail kecil dan gradasi kompleks. Evaluasi paling tepat adalah ...
A. Desain sudah tepat karena terlihat rumit.
B. Desain harus diterima karena dibuat oleh desainer profesional.
C. Desain perlu dievaluasi karena kompleksitasnya dapat mengurangi keterbacaan dan fleksibilitas penggunaan.
D. Logo harus selalu menggunakan lima warna.
E. Logo tidak perlu diuji pada ukuran kecil.
4. (C5 — Mengevaluasi)
Dalam design brief kemasan makanan, klien meminta tampilan menarik tetapi tidak menyediakan informasi mengenai ukuran produk dan jenis bahan kemasan. Langkah desainer yang paling tepat adalah ...
A. Menentukan ukuran berdasarkan perkiraan tanpa konfirmasi.
B. Langsung membuat desain final.
C. Mengabaikan kebutuhan produksi.
D. Meminta informasi tambahan dan berkoordinasi dengan pihak produksi sebelum menetapkan spesifikasi final.
E. Mengganti produk sesuai keinginan desainer.
5. (C6 — Merancang)
Sebuah perpustakaan sekolah ingin meningkatkan minat baca siswa melalui media sosial. Rancangan design brief yang paling tepat harus memuat ...
A. Tujuan meningkatkan minat baca, karakteristik siswa, pesan ajakan membaca, format konten, jadwal publikasi, dan indikator keberhasilan.
B. Nama desainer dan perangkat lunak yang digunakan saja.
C. Warna favorit desainer tanpa mempertimbangkan audiens.
D. Ilustrasi buku tanpa pesan yang jelas.
E. Semua informasi dimasukkan dengan ukuran huruf yang sama.
Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW
Langkah ke – 1
Langkah ke – 2
Langkah ke – 3
Langkah ke – 4
Langkah ke – 5
Langkah ke – 6
Langkah ke – 7
Langkah ke – 8
Langkah ke – 9
Langkah ke – 10
Langkah ke – 11
Langkah ke – 12
Langkah ke – 13
Langkah ke – 14
Langkah ke – 15
Jelajahi Cerita & Wawasan Teknologi Bersama Saya
Halo semuanya! Terima kasih telah berkunjung. Di blog ini, saya aktif membagikan cerita, tips tutorial mendalam, dan pemikiran seputar teknologi modern serta gaya hidup digital yang produktif.
Semoga artikel-artikel yang ada di sini bisa memberikan manfaat dan inspirasi untuk Anda. Jangan ragu untuk berinteraksi atau meninggalkan komentar!
Penulis
Moch. Ali Yasin, S.Kom
Galeri Foto
Membuat Jam Cantik
Ini Praktikum Mata Pelajaran Konsentrasi keahlian DKV dalam membuat Jam Cantik atau unik |
Membuat Gantungan Kunci Praktikum membuat gantungan kunci |
Membuat tas
Kegiatan Praktikum Membuat tas dari Bahan Bekas Banner |






















