Berbagi Bersama Moch. Ali Yasin

Brief dan Karya Akhir

 Contoh proyek 1

Proyek: Membuat Desain Poster Promosi Produk UMKM





1. Identitas proyek

Komponen

Keterangan

Nama proyek

                     Poster Promosi Kopi Lokal

Klien

                     UMKM Kopi Nusantara

Bidang

                     Desain Komunikasi Visual

Media 

                     Poster digital

Aplikasi

                    Canva/CorelDRAW/Adobe Photoshop

Waktu

                    1 minggu

2. Latar belakang

UMKM Kopi Nusantara merupakan usaha kecil yang menjual produk kopi lokal. Namun, penjualan masih terbatas karena kurangnya media promosi yang menarik.

Oleh karena itu, dibutuhkan poster digital yang mampu memperkenalkan produk kepada masyarakat dan menarik minat konsumen.

3. Tujuan proyek

  • Memperkenalkan produk kopi lokal.
  • Menarik perhatian calon pembeli.
  • Meningkatkan minat masyarakat untuk membeli.
  • Memberikan informasi produk dan kontak pemesanan.

4. Target audiens

  • Remaja dan dewasa.
  • Usia 17–35 tahun.
  • Penggemar kopi.
  • Pengguna media sosial.

5. Konsep desain

Tema: Modern, minimalis, dan natural.

Warna:

  • Cokelat: menggambarkan kopi.
  • Krem: memberikan kesan hangat.
  • Putih: membuat desain lebih bersih.

Elemen desain:

  • Foto produk kopi.
  • Logo UMKM.
  • Judul promosi.
  • Harga produk.
  • Informasi pemesanan.

6. Ketentuan karya

Poster harus memenuhi ketentuan berikut:

  • Ukuran 1080 × 1350 piksel.
  • Format JPG atau PNG.
  • Memuat nama produk.
  • Memuat slogan promosi.
  • Memuat harga.
  • Memuat kontak pemesanan.
  • Desain mudah dibaca dan menarik.

7. Proses pengerjaan

Hari

Kegiatan

1

Memahami brief dan riset

2

Mencari referensi desain

3

Membuat sketsa

4

Membuat desain digital

5

Revisi desain

6

Finalisasi poster

7

Presentasi karya


Studi Kasus 1



Membuat Website Profil Sekolah

Situasi:

Sebuah SMK belum memiliki website resmi. Informasi mengenai jurusan, fasilitas, kegiatan, dan pendaftaran masih disampaikan secara manual.

Brief dari klien:

Sekolah membutuhkan website profil yang informatif, menarik, dan mudah digunakan oleh calon siswa maupun masyarakat.

Tugas siswa:

Membuat website profil sekolah dengan ketentuan:

  • Halaman beranda.
  • Profil sekolah.
  • Visi dan misi.
  • Informasi jurusan.
  • Galeri kegiatan.
  • Informasi pendaftaran.
  • Kontak sekolah.

Karya akhir yang harus dibuat:

  • Dokumen brief.
  • Flowchart atau sitemap.
  • Desain UI/UX.
  • Website yang dapat dijalankan.
  • Dokumentasi pengujian.
  • Presentasi proyek.

Indikator keberhasilan: Website dapat dibuka, navigasi berfungsi, informasi lengkap, dan tampilannya responsif.

Studi Kasus 2: Membuat Video Promosi Produk Makanan

Bidang DKV / Produksi Video
Situasi:

Sebuah usaha makanan ringan mengalami penurunan penjualan karena kurangnya promosi melalui media sosial.

Brief dari klien:

Klien membutuhkan video promosi berdurasi 30–60 detik yang menarik dan dapat diunggah ke TikTok serta Instagram.

Tugas siswa:

Membuat video promosi dengan ketentuan:

  • Menampilkan produk makanan.
  • Memiliki pembukaan yang menarik.
  • Menampilkan keunggulan produk.
  • Memuat informasi harga.
  • Memuat ajakan membeli.
  • Menggunakan musik atau audio yang sesuai dan legal.

Karya akhir:

  • Naskah video.
  • Storyboard.
  • Daftar pengambilan gambar.
  • Video hasil editing.
  • Thumbnail video.
  • Presentasi hasil produksi.


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Memahami dan Mengerjakan Brief

Tujuan pembelajaran:

Siswa mampu memahami brief, menganalisis kebutuhan klien, merancang solusi, membuat produk, dan mempresentasikan karya akhir.

Petunjuk pengerjaan:

Pilih salah satu studi kasus yang tersedia atau gunakan kasus yang diberikan guru.

Jawablah pertanyaan berikut:

  • Apa permasalahan utama yang dihadapi klien?
  • Apa tujuan dari proyek tersebut?
  • Siapa target pengguna produk?
  • Produk apa yang harus dibuat?
  • Apa saja spesifikasi produk?
  • Aplikasi atau alat apa yang dibutuhkan?
  • Bagaimana konsep solusi yang akan dibuat?
  • Berapa lama waktu pengerjaannya?
  • Bagaimana cara menguji hasil karya?
  • Apa saja yang akan dikumpulkan sebagai karya akhir?


Identitas pengerjaan

Nama kelompok: ....................................

Anggota: .................................................

Studi kasus yang dipilih: ...........................

Format hasil pengumpulan:



DESAIN BRIEF

 MATERI DESAIN BRIEF

Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) Kelas XI SMK

How to Create a Brand Strategy from Scratch — ONE Agency Blog

Mata pelajaran: Konsentrasi Keahlian DKV Kelas: XI SMK Materi: Memahami, Menganalisis, dan Menyusun Design Brief Alokasi waktu: 4 JP (dapat disesuaikan)

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan fungsi design brief dalam proses desain.
  2. Mengidentifikasi unsur-unsur yang terdapat dalam design brief.
  3. Menganalisis kebutuhan klien berdasarkan studi kasus.
  4. Menentukan konsep visual yang sesuai dengan target audiens.
  5. Menyusun dokumen design brief untuk proyek desain komunikasi visual secara sistematis.

B. Pengertian Design Brief

Design brief adalah dokumen yang berisi informasi, arahan, tujuan, kebutuhan, dan batasan suatu proyek desain yang disampaikan oleh klien kepada desainer.

Dokumen ini menjadi pedoman agar proses perancangan desain berjalan terarah dan hasil akhirnya sesuai dengan kebutuhan klien.

Contohnya, sebuah madrasah meminta siswa DKV membuat poster penerimaan peserta didik baru. Sebelum membuat poster, desainer perlu mengetahui nama madrasah, jadwal pendaftaran, sasaran calon siswa, pesan yang ingin disampaikan, ukuran poster, serta media publikasinya.

Informasi tersebut disusun dalam design brief sebelum proses desain dimulai.

C. Fungsi Design Brief

Young female graphic designer jotting down ideas in a notebook while working on a laptop at creative workdesk

1. Menjadi pedoman kerja

Desainer memiliki arah yang jelas mengenai apa yang harus dibuat dan tujuan yang ingin dicapai.

Moodboard: o que é e como usá-lo para inovar nas empresas

2. Menyamakan persepsi

Klien dan desainer memahami kebutuhan, konsep, serta hasil yang diharapkan.

What is print accuracy: guide to flawless print files in 2026

3. Menghemat waktu dan biaya

Arahan yang jelas mengurangi kesalahan dan revisi yang tidak diperlukan.

Brand Manual and Identity Poster :: Behance

4. Menjadi dasar evaluasi

Hasil desain dapat diperiksa berdasarkan tujuan dan kriteria yang telah disepakati.

D. Unsur-Unsur Design Brief

No.

Unsur

Penjelasan

1

Identitas klien

Nama individu, organisasi, atau perusahaan pemesan desain.

2

Latar belakang

Alasan proyek desain perlu dibuat.

3

Tujuan desain

Hasil yang ingin dicapai melalui desain.

4

Target audiens

Kelompok orang yang menjadi sasaran desain.

5

Pesan utama

Informasi inti yang harus dipahami audiens.

6

Jenis media

Poster, logo, brosur, kemasan, konten media sosial, dan lainnya.

7

Konsep visual

Gaya desain, warna, tipografi, ilustrasi, dan suasana visual.

8

Informasi wajib

Teks, logo, foto, alamat, kontak, tanggal, dan informasi lainnya.

9

Spesifikasi teknis

Ukuran, format berkas, resolusi, dan media penggunaan.

10

Batasan proyek

Anggaran, waktu pengerjaan, jumlah desain, dan ketentuan lain.

11

Indikator keberhasilan

Kriteria untuk menilai apakah desain telah memenuhi tujuan.

Perlu diingat, design brief bukanlah desain akhir. Dokumen ini merupakan panduan sebelum desainer membuat sketsa, mengembangkan konsep, dan menghasilkan karya final.

E. Tahapan Menyusun Design Brief

1. Menggali informasi dari klien

Melakukan wawancara atau mengumpulkan informasi tentang kebutuhan klien.

2. Menganalisis masalah dan tujuan

Menentukan masalah komunikasi yang harus diselesaikan melalui desain.

3. Menentukan target audiens

Memahami karakteristik, kebutuhan, dan kebiasaan calon penerima pesan.

4. Menentukan arah visual dan teknis

Menetapkan media, warna, tipografi, ukuran, format, dan tenggat waktu.

5. Menyusun dan memvalidasi brief

Menulis hasil analisis ke dalam dokumen, lalu meminta persetujuan klien sebelum desain dikembangkan.

F. Studi Kasus 1 — Desain Poster Penerimaan Siswa Baru

Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka

1. Permasalahan

Sebuah Madrasah Diniyah Raudlatul Mutta’alimin ingin meningkatkan jumlah calon siswa baru. Selama ini, informasi pendaftaran hanya disampaikan dari mulut ke mulut sehingga belum menjangkau seluruh masyarakat.

Pihak madrasah meminta bantuan siswa DKV untuk membuat poster promosi yang menarik dan mudah dibaca.

2. Data dari Klien

  • Nama klien: Madrasah Diniyah Raudlatul Mutta’alimin.

  • Produk desain: Poster penerimaan peserta didik baru.

  • Tujuan: Menyebarkan informasi pendaftaran dan menarik minat calon siswa.

  • Target audiens: Orang tua dan anak usia sekolah di lingkungan sekitar.

  • Pesan utama: Belajar ilmu agama sejak dini dalam lingkungan pendidikan yang baik.

  • Media publikasi: WhatsApp, media sosial, dan poster cetak.

  • Warna yang disarankan: Hijau, putih, dan emas.

  • Informasi wajib: Nama madrasah, jadwal pendaftaran, alamat, kontak, dan ajakan mendaftar.

  • Tenggat pengerjaan: 5 hari.

  • Anggaran: Disesuaikan dengan kesepakatan klien.

3. Contoh Design Brief yang Sudah Disusun

DESIGN BRIEF

Proyek: Poster Penerimaan Peserta Didik Baru

Latar Belakang

Madrasah membutuhkan media promosi yang efektif untuk meningkatkan jangkauan informasi pendaftaran siswa baru.

Tujuan Desain

Menghasilkan poster informatif, menarik, dan mudah dipahami oleh orang tua maupun anak usia sekolah.

Target Audiens

Orang tua yang memiliki anak usia sekolah dan anak-anak yang berpotensi menjadi peserta didik.

Konsep Visual

Gaya islami modern dengan komposisi bersih, ilustrasi anak belajar, warna hijau dan putih sebagai warna utama, serta aksen emas.

Tipografi

Judul menggunakan huruf tebal dan mudah dibaca. Informasi pendaftaran menggunakan huruf sederhana dengan ukuran yang nyaman dibaca.

Spesifikasi Teknis

  • Poster digital: 1080 × 1350 piksel.

  • Poster cetak: A3, 300 dpi, dengan pengaturan warna untuk cetak.

  • Format penyerahan: JPG/PNG untuk publikasi digital dan PDF siap cetak.

Kriteria Keberhasilan

Nama madrasah dan informasi pendaftaran mudah dikenali, informasi penting terbaca jelas, dan poster sesuai dengan karakter lembaga.

4. Analisis Siswa

Berdasarkan kasus tersebut, siswa harus mampu menjawab pertanyaan berikut:

  • Mengapa madrasah membutuhkan poster?

  • Siapa target audiens utama?

  • Mengapa warna hijau sesuai dengan konsep yang diusulkan?

  • Informasi apa yang harus paling menonjol?

  • Bagaimana membedakan desain untuk media sosial dan cetak?

Kesimpulan studi kasus: desain yang baik tidak sekadar menarik secara visual, tetapi harus menyelesaikan masalah komunikasi yang dihadapi klien.

G. Studi Kasus 2 — Desain Kemasan Produk UMKM

Kemasan Baru Untuk Rasa Yang Pernah Ada - Naramakna

1. Permasalahan

Seorang pengusaha UMKM memproduksi keripik pisang. Produk tersebut memiliki rasa yang baik, tetapi kemasannya masih berupa plastik polos tanpa identitas merek. Akibatnya, produk sulit dibedakan dari produk pesaing.

Pengusaha meminta siswa DKV membuat desain kemasan yang lebih menarik dan memiliki identitas merek.

2. Informasi Proyek

Unsur

Hasil Analisis

Klien

UMKM Keripik Pisang

Masalah

Kemasan belum memiliki identitas visual

Tujuan

Meningkatkan daya tarik dan pengenalan merek

Target audiens

Remaja, keluarga, dan pembeli oleh-oleh

Pesan utama

Camilan lokal yang lezat dan praktis

Media

Label atau kemasan produk

Konsep visual

Modern, sederhana, dan berciri lokal

Warna

Kuning pisang, cokelat, dan hijau

Informasi wajib

Nama merek, varian rasa, berat bersih, dan informasi produk yang diwajibkan

Kriteria keberhasilan

Merek mudah dikenali dan informasi terbaca jelas

3. Tugas Analisis

Peserta didik diminta untuk:

  1. Menentukan masalah utama yang harus diselesaikan.

  2. Menyusun design brief berdasarkan informasi yang tersedia.

  3. Membuat dua alternatif konsep visual.

  4. Menjelaskan alasan pemilihan warna dan tipografi.

  5. Menentukan ukuran kemasan berdasarkan contoh produk atau hasil pengukuran.

  6. Menentukan cara menguji apakah desain mudah dikenali dan dibaca.

Pertanyaan pemantik: Apakah kemasan yang terlihat menarik selalu mampu meningkatkan penjualan? Jelaskan faktor lain yang juga berpengaruh.

H. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

LKPD — Menyusun Design Brief

Kelas XI DKV • Kerja kelompok atau individu

Petunjuk pengerjaan

Pilih satu proyek desain dari daftar berikut, kemudian lengkapi data design brief berdasarkan kebutuhan klien yang telah kalian identifikasi.

Salin hasil LKPD

Isi kolom di atas, lalu tekan tombol untuk menyalin hasil ke dokumen tugas. Hasil belum tersimpan sebagai berkas.

I. Latihan Soal HOTS

Pilih jawaban yang paling tepat.

1. (C4 — Menganalisis)

Sebuah toko roti meminta desain poster promosi. Desainer langsung membuat poster tanpa menanyakan target audiens, harga, dan produk unggulan. Poster tersebut akhirnya harus direvisi berkali-kali. Penyebab utama masalah tersebut adalah ...

A. Desainer menggunakan perangkat lunak yang salah.

B. Desainer belum menyusun design brief yang memadai.

C. Warna poster terlalu banyak.

D. Ukuran poster terlalu besar.

E. Desainer belum mencetak poster.

2. (C4 — Menganalisis)

Sebuah poster kegiatan sekolah ditujukan kepada siswa usia 15–18 tahun. Informasi tanggal dan lokasi kegiatan justru dibuat sangat kecil, sedangkan ilustrasi memenuhi hampir seluruh ruang desain. Perbaikan paling tepat berdasarkan tujuan komunikasi adalah ...

A. Menambahkan lebih banyak ilustrasi.

B. Mengganti seluruh warna menjadi hitam.

C. Memperjelas hierarki visual agar tanggal dan lokasi mudah ditemukan.

D. Menghapus judul kegiatan.

E. Menggunakan sebanyak mungkin jenis huruf.

3. (C5 — Mengevaluasi)

Klien meminta logo yang sederhana, mudah diingat, dan dapat digunakan pada papan nama maupun foto profil media sosial. Desainer menawarkan logo dengan banyak detail kecil dan gradasi kompleks. Evaluasi paling tepat adalah ...

A. Desain sudah tepat karena terlihat rumit.

B. Desain harus diterima karena dibuat oleh desainer profesional.

C. Desain perlu dievaluasi karena kompleksitasnya dapat mengurangi keterbacaan dan fleksibilitas penggunaan.

D. Logo harus selalu menggunakan lima warna.

E. Logo tidak perlu diuji pada ukuran kecil.

4. (C5 — Mengevaluasi)

Dalam design brief kemasan makanan, klien meminta tampilan menarik tetapi tidak menyediakan informasi mengenai ukuran produk dan jenis bahan kemasan. Langkah desainer yang paling tepat adalah ...

A. Menentukan ukuran berdasarkan perkiraan tanpa konfirmasi.

B. Langsung membuat desain final.

C. Mengabaikan kebutuhan produksi.

D. Meminta informasi tambahan dan berkoordinasi dengan pihak produksi sebelum menetapkan spesifikasi final.

E. Mengganti produk sesuai keinginan desainer.

5. (C6 — Merancang)

Sebuah perpustakaan sekolah ingin meningkatkan minat baca siswa melalui media sosial. Rancangan design brief yang paling tepat harus memuat ...

A. Tujuan meningkatkan minat baca, karakteristik siswa, pesan ajakan membaca, format konten, jadwal publikasi, dan indikator keberhasilan.

B. Nama desainer dan perangkat lunak yang digunakan saja.

C. Warna favorit desainer tanpa mempertimbangkan audiens.

D. Ilustrasi buku tanpa pesan yang jelas.

E. Semua informasi dimasukkan dengan ukuran huruf yang sama.


Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW

 Langkah ke – 1

Pilih Polygon Tool (Y) pada Toolbox, kemudian buatlah objek segi enam. Untuk membuat objek persegi enam dengan menggunakan Polygon Tool, atur Number of Points menjadi “6“. Kemudian agar bentuknya presisi tekan SHIFT pada saat membuat objek.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 2

Pilih menu Arrange > Transformations > Scale. Lalu atur nilai scale H dan V menjadi 65% kemudian klik Apply.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 3

Blok kedua objek tadi kemudian klik Trim. Baca disini cara menggunakan Shaping Tool (Weld, Trim, Intersect, dll)
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 4

Kemudian pilih Rectangle Tool (F6) lalu buatlah objek persegi panjang di sisi pinggir kiri objek pertama tadi. Kemudian Trim kedua objek tersebut, liihat gambar dibawah.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 5

Pilih Polygon Tool (Y), atur nilai Numer of Points menjadi “3” kemudian buatlah objek segi tiga. Lalu Rotate 90 derajat objek tersebut. Letakan di posisi kanan tengah objek pertama tadi.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah
Setelah itu Weld kedua objek tersebut agar menjadi satu objek
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 6

Kemudian buat objek persegi enam lagi dengan ukura lebih kecil kemudian letakan di posisi tengah-tengah objek sebelumnya. Kemudian blok kedua objek lalu klik tombol Shaping Tool Weld.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 7

Sekarang warnai objek tersebut dengan warna C: 79 M: 98 Y: 4 K: 0. Baca disini cara mewarnai objek di CorelDRAW…
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 8

Langkah selanjutnya pilih Freehand Tool (F5), kemudian buatlah garis singgung pada sudut objek. Lihat gambar dibawah.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 9

Pilih Smart Fill Tool, kemudian warnai garis singgung yang baru kita buat dengan Freehand Tool tadi. Warnai dengan warna Blue Purple, cara mewarnai sudah saya sampaikan pada link diatas. Kemudian hilangkan Outlinenya, atau garis yang kita buat dengan Freehand Tool tadi.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 10

Sekarang pilih Interactive Transparency Tool, kemudian buat efek transparansi type Linear pada objek berwarna Blue Purple tadi. Lihat gambar dibawah.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 11

Langkah selanjutnya, pada objek segi enam yang di tengah, buat garis singgung dengan menggunakan Freehand Tool seperti kita membuat garis singgung yang pertama. Kemudian gunakan Smart Fill Tool untuk memberi warna Blue Purple.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah
Kemudian buat juga di sudut kiri atas dengan warna putih kemudia Transparansikan dengan type Linear.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 12

Selanjutnya tinggal sobat ketikkan teks nama logo perusahaannya “i – ONSTRUCK” dengan menggunakan Text Tool (F8) jenis font Arial Black.
 
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah
 
 
Kemudian pada Teks “AUSTRALIA” gunakan font Arial dan pilih Shape Tool (F10) kemudian tarik teks ke arah kanan atau kiri untuk melebarkan jarak teks tersebut.
 
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah
 
 

Langkah ke – 13

Buat objek Ellipse dengan menggunakan Ellipse Tool (F7) dengan warna hitam. Kemudian Pilih Interactive Drop Shadow Tool, buatlah efek shadow seperti gambar dibawah.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 14

Kemudian tekan CTRL + K untuk memisahkan efek bayangannya dengan objek. Kemudain letakan dibawah logo yang sudah kita buat tadi. Sobat  bisa atur kembali bentuknya dengan menggunakan Pick Tool, tarik ke kanan atau ke kiri.
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Langkah ke – 15

Terakhir tinggal sobat tambahkan background. Gunakan Rectangle Tool (F6) lalu buat warna radial dengan menggunakan Interactive Fill (G).
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah
Selesai….
Tutorial Cara Mudah Membuat Desain Logo dengan CorelDRAW untuk Pemula dan Menengah

Moch. Ali Yasin, S.Kom
Selamat Datang di Ruang Digital Saya

Jelajahi Cerita & Wawasan Teknologi Bersama Saya

Halo semuanya! Terima kasih telah berkunjung. Di blog ini, saya aktif membagikan cerita, tips tutorial mendalam, dan pemikiran seputar teknologi modern serta gaya hidup digital yang produktif.

Semoga artikel-artikel yang ada di sini bisa memberikan manfaat dan inspirasi untuk Anda. Jangan ragu untuk berinteraksi atau meninggalkan komentar!

Penulis

Moch. Ali Yasin, S.Kom

Galeri Foto

Membuat Jam Cantik
Membuat Jam Cantik
Ini Praktikum Mata Pelajaran Konsentrasi keahlian DKV dalam membuat Jam Cantik atau unik
Foto Kegiatan 2

Membuat Gantungan Kunci
Praktikum membuat gantungan kunci
Membuat Tas
Membuat tas
Kegiatan Praktikum Membuat tas dari Bahan Bekas Banner

Total Pageviews