Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Senin, 02 Februari 2026

Belajar Pemrograman Python



Python merupakan bahasa pemrograman komputer yang biasa dipakai untuk membangun situs, software/aplikasi, mengotomatiskan tugas dan melakukan analisis data. Bahasa pemrograman ini termasuk bahasa tujuan umum. Artinya, ia bisa digunakan untuk membuat berbagai program berbeda, bukan khusus untuk masalah tertentu saja.

Karena sifatnya yang serba guna dan mudah digunakan, ia menjadi bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan. Terutama untuk mereka yang masih pemula.

Contoh :

a. Menampilkan "Hello, World!" (Dasar):

  • print("Hello, World!")

b. Menampilkan nama
  • nama = input("Siapa namamu? ")
  • print(f"Halo {nama}, selamat belajar Python!")

c. Penjumlahan Dua Angka:

  • python
  • a = 5
  • b = 3
  • print("Hasil penjumlahan:", a + b)

d. Input Pengguna & Percabangan (Ganjil/Genap):

  • angka = int(input("Masukkan angka: "))
  • if angka % 2 == 0:
  • print(f"{angka} adalah bilangan genap")
  • else:
  • print(f"{angka} adalah bilangan ganjil")

e. Mengubah string ke integer agar bisa dijumlahkan
  • angka1 = input("Masukkan angka pertama: ")
  • angka2 = input("Masukkan angka kedua: ")

  • hasil = int(angka1) + int(angka2)
  • print(f"Hasil penjumlahan: {hasil}")

 

Rabu, 28 Januari 2026

Pemasaran dan Presentasi Produk Kreatif

 


TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik mampu: 

  • Memahami konsep pemasaran produk kreatif 
  • Menentukan target pasar produk DKV - Membuat media promosi visual 
  • Mempresentasikan produk secara menarik dan persuasif

PENGERTIAN PEMASARAN
Pemasaran adalah proses mengenalkan, menawarkan, dan menjual produk kepada konsumen agar produk dikenal dan diminati. 
Dalam DKV, pemasaran menekankan pada: 
  • Visual yang menarik 
  • Pesan yang jelas 
  • Identitas merek yang kuat 

TUJUAN PEMASARAN PRODUK DKV
  • Mengenalkan produk atau jasa desain 
  • Menarik minat konsumen 
  • Membangun citra merek 
  • Meningkatkan penjualan
TARGET PASAR
Target pasar adalah kelompok konsumen yang menjadi sasaran produk. Contoh segmentasi: 
  • Usia (remaja, dewasa) 
  • Minat (fashion, UMKM, pendidikan) 
  • Kebutuhan (promosi, branding) 

STRATEGI PEMASARAN PRODUK KREATIF
  • Menentukan identitas visual 
  • Memilih media promosi yang tepat 
  • Menyusun pesan promosi yang persuasif 
MEDIA PROMOSI DKV 
  • Media Cetak: - Poster - Brosur - Banner 
  • Media Digital: - Instagram - Website - Marketplace 

KONTEN PROMOSI YANG BAIK 
  • Menarik secara visual 
  • Mudah dipahami 
  • Sesuai target pasar 
  • Konsisten dengan identitas merek 


PENGERTIAN PRESENTASI PRODUK 
Presentasi produk adalah cara menyampaikan informasi produk kepada audiens secara lisan dan visual untuk meyakinkan calon konsumen. 

TUJUAN PRESENTASI PRODUK 
Menjelaskan keunggulan produk Menarik perhatian audiens Meyakinkan calon pembeli 

TEKNIK PRESENTASI YANG EFEKTIF 
Percaya diri Bahasa jelas dan sopan Kontak mata dengan audiens Didukung visual menarik 

STORYTELLING PRODUK 
Presentasi yang baik menggunakan cerita, misalnya: 
  • Masalah yang dihadapi konsumen
  • Solusi melalui produk 
  • Keunggulan produk

VISUAL DALAM PRESENTASI 
Gunakan: 
  • Slide sederhana 
  • Mockup produk 
  • Poster atau desain promosi 

CONTOH ALUR PRESENTASI 
  • Perkenalan produk 
  • Masalah konsumen 
  • Solusi yang ditawarkan 
  • Keunggulan produk 
  • Media promosi

KESIMPULAN 
Pemasaran sangat penting dalam produk kreatif Visual dan pesan harus sesuai target pasar Presentasi yang baik meningkatkan nilai produk

Tugas Mandiri Desain Konten Promosi Visual

Buatlah konten promosi visual berupa poster atau feed Instagram untuk produk makanan atau minuman (bebas). Desain dibuat dengan memperhatikan prinsip Desain Komunikasi Visual serta tujuan pemasaran produk.

Ketentuan tugas:

1.      Menampilkan identitas produk secara jelas (nama produk, logo/brand, dan jenis produk).

2.      Desain harus menarik, komunikatif, dan mudah dipahami oleh target konsumen.

3.      Ukuran dan format disesuaikan dengan media yang dipilih:

o    Poster cetak: ukuran A4 atau A3

o    Feed Instagram: ukuran 1:1 (1080 × 1080 px)

4.      Warna, tipografi, dan tata letak disesuaikan dengan karakter produk.

5.      Desain dibuat menggunakan aplikasi desain grafis (CorelDRAW, Adobe Illustrator, atau Photoshop).

Output:
1 file desain promosi dalam format JPG/PNG kirim ke link berikut ini

Pengumpulan Tugas

Kamis, 20 November 2025

Aplikasi Blender

Blender adalah sebuah aplikasi yang berfungsi untuk membuat animasi 3D, visual effect, objek 3D dan game. Software ini mengumumkan dirinya sebagai open source 3D creation suite. Melansir dari Computer Hope, beberapa fitur utama dari Blender adalah 3D modelling, rigging, fluid dynamics, keyframe animation, photorealistic rendering, dan video editing.

Sebagai pengetahuan untukmu, aplikasi Blender ini muncul pada tahun 1995 di Belanda, yang sebelumnya pada tahun 1988 Ton Roosendaal membiayai sebuah perusahaan animasi yang bernama Neogeo. Setelah itu pada tahun 1998 Ton Roosendaal mendirikan bernama Not a Number atau lebih dikenal dengan sebutan NaN.

Semula NaN bertujuan untuk memasarkan Blender namun gagal. Pada tahun 2001 NaN dibentuk kembali dan meluncurkan sofware pertamanya yang diberi nama Blender Publisher, akan tetapi dengan angka penjualan yang sangat rendah akhirnya NaN pun ditutup.

Tidak ingin Blender hilang dengan begitu saja, maka Ton Roosendaal pun mendirikan organisasi non profit yang diberi nama Blender Foundation. Tujuannya untuk mengenalkan Blender dan mengembangkan Blender sebagai proyek open source.


 Fitur-Fitur Pada Aplikasi Blender 3D

Dengan Blender 3D kamu bisa membuat objek 3D animasi, media 3D interaktif, model dan bentuk 3D profesional, membuat objek game dan masih banyak lagi kreasi 3D lainnya. Adapun fitur-fitur utama yang diberikan aplikasi ini yaitu sebagai berikut:

1. Modifier

Modifier merupakan sebuah operasi otomatis yang mempengaruhi objek dengan cara tidak merusak. Dengan fitur ini, pengguna dapat melakukan banyak efek secara otomatis untuk diperbarui secara manual dan tanpa mempengaruhi geometri dasar objek pengguna.

2. Seamless Sculpting

Dengan Digital Sculpting (alat pahat digital), pengguna diberikan kekuatan dan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam beberapa tahap jalur produksi digital. Misalnya pengguna dalam keadaan mendesain karakter, dan eksplorasi atau desain lingkungan.

3. Animation

Animasi dalam Blender merupakan fitur di mana membuat suatu objek bergerak atau berubah bentuk seiring waktu. Dengan fitur ini pengguna dapat mengubah posisi, orientasi atau ukuran objek sesuai waktu yang telah ditentukan. Selain itu, dapat juga membuat objek bergerak berdasarkan pergerakan objek lain.

4. Motion Tracking

Blender menampilkan kamera siap produksi dan pelacakan objek, di mana memungkinkan pengguna untuk mengimpor rekaman mentah, melacaknya, menutupi area, dan merekonstruksi pergerakan kamera secara langsung dalam adegan 3D.

5. Scripting

Tidak jarang pengguna mengetahui bahwa Blender hadir dengan beragam ekstensi yang dapat diaktifkan atau nonaktifkan dengan mudah. Tentunya dengan adanya ekstensi ini, pengguna akan diberikan kemudahan dalam mengerjakan projek yang akan dibuat. Beberapa ekstensi tersebut meliputi, generator (pohon, medan, awan), benda fraktur, 3D Printing Toolbox, perkuat sistem meta-rigging, impor dan ekspor dukungan format (AfterEffects, DirectX, Unreal Game Engine) dan masih banyak lagi.

6. Interface

Dan yang paling menarik adalah pengguna dalam menyesuaikan tata letak mereka sepenuhnya. Misalnya dengan membagi viewport, atau menyesuaikan dengan skrips python. Sementara itu, Blender juga menawarkan konsistensi di semua platform, tidak ada jendela pop-up yang mengganggu, serta dukungan untuk tampilan hi-dpi.

 

Kelebihan Blender 3D

1. Aplikasi Berbasis Open Source

Blender adalah aplikasi yang berbasis open source. Maksudnya, aplikasi Blender dapat dikembangkan oleh kamu sendiri maupun orang lain. Misalnya kalau kamu ingin menambahkan fitur atau fungsi tertentu, hal ini memungkinkan.

2. Tersedia Gratis

Dengan berbagai kelebihannya, Blender adalah aplikasi gratis. Untuk menggunakan Blender, kamu bisa memasang langsung melalui situs resminya, tanpa perlu beli maupun berlangganan aplikasinya.

3. Fiturnya Lengkap

Blender termasuk aplikasi yang sudah cukup lama ada, dan fiturnya terbilang cukup lengkap. Di Blender kamu bisa membuat animasi, game, simulasi hingga dijadikan aplikasi video editing sederhana.

4. Support Multi Platform

Seperti yang disebut di awal, Blender mendukung sistem multi-platform. Yaitu bisa dipasang di beragam sistem operasi komputer. Contoh sistem operasi yang didukung ialah Windows, Linux dan Mac OS.

5. Masih Terus Dikembangkan

Dari beragam fitur yang ada, sampai sekarang ini Blender masih terus dikembangkan. Pengembangan ini menyesuaikan tren yang ada. Selain fitur, bisa juga dari sisi peningkatan performa serta kualitas grafis.

Kekurangan Blender 3D

1. GUI Sulit Dipahami

Saat pertama kali membuka Blender, hal yang biasanya dirasakan para pengguna adalah GUI yang lumayan sulit untuk dipahami. Karena dalam tampilan tersebut, tersedia banyak sekali tools yang tertata secara berurutan. Terlebih untuk pengguna baru, tentu akan membutuhkan pengetahuan dasar dalam mengoperasikannya.

2. Tools Tidak Lengkap

Ketika berbicara mengenai tools yang tidak lengkap dalam Blender, tentu sangatlah wajar. Karena software ini tidak berbayar sama sekali atau GRATIS. Jadi tidak heran jika tools yang disediakan tidak lengkap dibandingkan software animasi lainnya yang berbayar.

Download Modul blender

Rabu, 19 November 2025

Literasi Digital


Web browser adalah software untuk mengakses segala informasi yang tersedia di internet. Informasi tersebut bisa berupa teks, gambar, video, dan suara yang ada di website maupun mesin pencari. 

a) Fungsi web browser 

  1. Menampilkan Isi Konten Website Fungsi web browser yang paling dasar adalah untuk menampilkan isi konten website sesuai permintaan pengguna. 
  2. Mencari Informasi via Mesin Pencari Fungsi web browser berikutnya adalah memudahkan kita dalam mencari informasi di search engine. Karena saat ini, sebagian browser sudah terintegrasi dengan layanan mesin pencari. Contohnya Chrome dengan Google Search, atau Microsoft Edge dengan Bing. 
  3. Menyimpan Data atau Informasi Penting, Suatu saat kita akan menemukan informasi menarik ketika berselancar di sebuah halaman web. Kita bisa menyimpan informasi tersebut di web browser, dengan cara membookmark halamannya, Sehingga, kapanpun kita butuh mengakses informasi yang bersangkutan, kita tinggal membuka daftar bookmark dan tidak perlu lagi mencarinya lewat mesin pencari. 
  4. Mengunduh File ke Penyimpanan Lokal Mengunduh atau download file memang bukanlah fungsi web browser yang utama. Namun, kita tetap bisa mengunduh berbagai jenis file ke penyimpanan lokal langsung di browser, tanpa harus meng-install software download manager terpisah. 
  5. Melindungi Perangkat dari Berbagai Ancaman Fungsi web browser yang terakhir adalah untuk melindungi komputer atau smartphone Anda dari ancaman berbahaya di internet. Karena, kebanyakan browser zaman sekarang sudah dibekali fitur keamanan yang canggih.
      Modul selengkapnya klik Modul Lengkap

Rabu, 29 Oktober 2025

Teknik Animasi 2 Dimensi

 


Kelahiran animasi sudah dimulai sejak jaman batu yaitu lebih dari 15000 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya lukisan dan cerita bergambar pada dinding gua jaman paleolitikum. Berabad-abad kemudian perkembangan cerita bergambar sampai pada bangsa Mesir kuno yaitu pada tahun 2000 SM yang sering sekali menggambar subjek yang diceritakan dalam bentuk pergerakan. Salah satu gambar yang ditemukan adalah beberapa gambar posisi gulat pada jaman Mesir. Kebiasaan menggambar ini juga diikuti oleh bangsa Yunani dan Romawi. Perkembangan cerita bergambar pada jaman kuno inilah yang merupakan cikal bakal teknik animasi jaman sekarang. 

Pada tahun 1914, Winsor McCay membuat animasi bernama Gertie the Dinosaur. Pada tahun berikutnya Otto Mesmer membuat animasi bisu dengan plot cerita terkenal yaitu Felix the Cat. 

Pelopor dunia animasi adalah Walt Disney dan Roy Disney. Pada tahun 1923 mereka membuat animasi fantasi disertai iringan musik dengan tokoh kartun seekor tikus bernama Mortimer, sebuah tokoh cikal bakal Mickey Mouse. Setelah sukses dalam menghidupkan Mickey Mouse mereka membuat animasi "White snow and seven dwarfs" dan berbagai animasi lainnya yang sukses sampai sekarang dinaungi oleh Pixar Animation.

Animasi mampu menyampaikan suatu konsep yang kompleks menjadi menarik secara visual dan juga dinamik sehingga animasi terus berkembang hingga saat ini. Untuk menjadi sebuah animasi yang menarik secara visual maka muncul teori yang dinamakan Prinsip – prinsip Animasi.

Prinsip – prinsip Animasi di gunakan para animator sebagai pakem atau pedoman utama Gambar bergerak menjadi lebih hidup. Secara sederhana prinsip kerja animasi adalah dengan: Menumpuk beberapa gambar secara bergantian dan berurutan Contoh: Prinsip kerja animasi dengan menumpuk beberapa gambar secara berurutan dalam tempo yang cepat. Gambar akan ditampilkan mulai dari urutan pertama sampai terakhir sehingga seolah olah gambar yang ada misalnya gambar bola bergerak dari bawah keatas. Kecepatan gerak bola tergantung pada delay antar gambar. Semakin kecil delay maka akan semakin cepat pula gerakan bola itu. Langkah ini juga merupakan cara pembuatan kartun-kartun klasik. 

Maka secara umum prinsip dasar animasi adalah Prinsip-prinsip yang digunakan seorang animator untuk mengetahui dan memahami bagaimana sebuah animasi dibuat sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan. Prinsip dasar ini animasi ini sebenarnya paling pas digunakan untuk animasi kartun.

Dua orang animator profesional Thomas dan Ollie Johnston memberikan 12 prinsip animasi yang di adopsi dari animasi produksi Walt Disney. Merekalah yang merumuskan kedua belas prinsip animasi tersebut. 12 prinsip dasar animasi ini diciptakan pada tahun 1930, dan dikenalkan pertama kali pada tahun 1981 lewat buku mereka The Illusion of Life: Disney Animation. Munculnya 12 prinsip animasi karena dapat menciptakan hasil animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan. Prinsip animasi tersebut diciptakan atas dasar sebagai teori dasar yang bersifat wajib dimiliki dan dikuasai oleh para animator untuk menghidupkan karakter animasinya. Selain itu juga untuk menunjukkan suatu ekspresi dan kepribadian suatu karakter. Fungsi dari prinsip animasi itu sendiri adalah supaya setiap animasi yang dibuat terlihat menarik, dramatis dan dengan gerakan yang alami (realistis).

Awal mula perkembangan animasi dipengaruhi oleh keberadaan komik komiknya. Seperti di Perancis dan Swedia yang terkenal dengan komik Doc Martin dan Tintin. Perkembangan komik yang sedemikian pesat telah melahirkan banyak tokoh-tokoh kartun eropa terkenal, diantaranya selain Doc Martin dan Tintin adalah Asterix dab Obelix, Johan dan Pirlouit, steven sterk, Lucky Lucke, Smurf, dll

Karakter komik tersebut akan menjadi lebih menarik ketika gambar gambar ini disuguhkan dengan kemampuannya untuk dapat bergerak. Animasi merupakan serangkaian gambar yang bergerak. Pengaruh yang ia berikan akan menjadi semakin besar dibandingkan kemampuannya ketika ia statis sebagai gambar biasa. Penyampaian informasi menggunakan animasi juga dapat dimanipulasi sedemikian rupa hingga pesan yang ingin disampaikan dapat dimengerti oleh khalayak umum ataupun dibuat khusus sehingga hanya dapat dimengerti oleh mereka dengan pendidikan tertentu. Dengan Prinsip dasar tersebut Animasi mampu menyampaikan suatu konsep yang kompleks menjadi menarik secara visual dan juga dinamik sehingga animasi terus berkembang hingga saat ini.

 


Klik link berikut untuk melihat Contoh membuat Animasi dengan Canva 

Tugas Mandiri !!!

Buatlah animasi sederhana menggunakan Canva, dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Durasi minimal 30 detik dan maksimal 90 detik. 
  2. Tema bebas, namun hasil tidak boleh sama. 
  3. Gunakan bahasa yang sopan. 

Dikumpulkan paling lambat tanggal 1 November 2025 melalui link berikut ini.

Folder Pengumpulan Tugas

  1. Kelas XII DKV 2
  2. Kelas XII DKV 3


Kamis, 23 Oktober 2025

Karya Desain


Materi untuk elemen Menciptakan Karya Desain (Karya Desain) dalam konsentrasi keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) berfokus pada proses perancangan visual secara sistematis.

Berikut adalah pokok-pokok materi yang biasanya tercakup:

1. Proses Perancangan Desain

  • Pemahaman terhadap Permasalahan (Identifikasi Masalah):

    • Menganalisis kebutuhan klien atau tujuan proyek desain.

    • Mengidentifikasi khalayak sasaran (target audience).

    • Menetapkan batasan (media, anggaran, waktu) berdasarkan design brief.

  • Pengumpulan Data dan Referensi:

    • Melakukan riset visual dan non-visual terkait tema atau objek desain.

    • Mengumpulkan inspirasi dan benchmarking dari karya desain sejenis.


2. Pengembangan Ide dan Konsep Kreatif

  • Diskusi Pencarian Ide (Brainstorming):

    • Mengembangkan berbagai ide awal dan solusi visual.

    • Teknik-teknik berpikir lateral untuk menghasilkan ide yang orisinal.

  • Penetapan Konsep:

    • Mendefinisikan konsep utama yang akan menjadi dasar perancangan (pesan, gaya visual, dan pendekatan kreatif).

    • Membuat moodboard untuk menetapkan arah visual.


3. Eksplorasi dan Pengembangan Alternatif

  • Sketsa dan Thumbnails:

    • Membuat sketsa kasar untuk mengeksplorasi tata letak (layout) dan komposisi.

  • Pengembangan Alternatif Visual:

    • Menciptakan beberapa pilihan desain yang berbeda berdasarkan konsep yang telah ditetapkan.

    • Menerapkan prinsip-prinsip desain (seperti komposisi, tipografi, warna, dan hirarki visual) secara konsisten pada setiap alternatif.


4. Karya Akhir (Final Artwork)

  • Penyelesaian Desain Digital:

    • Mengimplementasikan alternatif terpilih menggunakan perangkat lunak desain (misalnya Adobe Illustrator, Photoshop, InDesign, dll.).

    • Melakukan koreksi warna, penyesuaian detail, dan memastikan resolusi serta format sesuai media keluaran.

  • Presentasi dan Evaluasi:

    • Membuat simulasi visual (mock-up) untuk mempresentasikan karya secara realistis.

    • Menerima dan menerapkan umpan balik (kritik dan saran) untuk penyempurnaan karya.

Singkatnya, elemen ini adalah inti dari praktik desain, di mana siswa bergerak dari konsep (brief) hingga menjadi karya visual yang siap diproduksi.

Proses Produksi Desain


Menerapkan dan Mengelola Proses Produksi Desain (Proses Produksi Desain)
berfokus pada tahapan kerja setelah desain final disetujui, yaitu memastikan karya visual dapat diproduksi atau diimplementasikan dengan benar.

Pokok-pokok materi ini dibagi menjadi tiga fase utama: Pra-Produksi, Produksi, dan Pasca-Produksi.


1. Pra-Produksi (Persiapan Produksi)

Ini adalah tahap perencanaan dan persiapan teknis sebelum proses eksekusi fisik atau digital dimulai.

  • Penyelesaian Final Artwork (FA):

    • Pengecekan Teknis: Memastikan format, resolusi, mode warna (misalnya CMYK untuk cetak atau RGB untuk digital), bleed, dan trim sudah benar sesuai standar produksi.

    • Pengumpulan Aset: Mengumpulkan semua file yang dibutuhkan (gambar, font, vektor) ke dalam satu folder terstruktur.

  • Pemilihan Material dan Vendor:

    • Menentukan jenis media keluaran (misalnya jenis kertas, bahan banner, atau platform digital).

    • Memilih teknik cetak (offset, digital, sablon, dll.) atau metode implementasi digital.

    • Melakukan survei dan negosiasi dengan pihak produksi (percetakan, developer, atau vendor lainnya).

  • Pembuatan Anggaran dan Jadwal:

    • Menghitung estimasi biaya produksi.

    • Menetapkan jadwal kerja dan deadline untuk setiap tahapan produksi.


2. Produksi (Eksekusi)

Ini adalah tahap di mana desain diwujudkan menjadi bentuk fisik atau digital.

  • Pencetakan (Printing) / Proofing:

    • Melakukan uji cetak (proofing) untuk memeriksa kesesuaian warna dan tata letak sebelum cetak massal.

    • Melakukan koreksi jika ada penyimpangan warna (color correction).

    • Mengawasi proses cetak massal untuk memastikan kualitas terjaga (quality control).

  • Implementasi Digital:

    • Mengunggah (upload) file ke platform yang dituju.

    • Mengintegrasikan desain ke dalam website, aplikasi, atau media interaktif.

  • Pengawasan dan Koordinasi:

    • Berkomunikasi aktif dengan pihak vendor atau teknisi untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul selama proses produksi.

    • Memastikan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dipatuhi jika melibatkan proses fisik.


3. Pasca-Produksi (Penyelesaian dan Evaluasi)

Ini adalah tahap akhir setelah karya selesai diproduksi.

  • Penyelesaian Akhir (Finishing):

    • Melakukan proses finishing untuk media cetak (misalnya cutting, laminating, binding, embossing, dll.).

    • Melakukan pengemasan atau instalasi.

  • Distribusi dan Peluncuran:

    • Mendistribusikan hasil cetak atau meluncurkan produk digital.

  • Evaluasi Proyek:

    • Menganalisis hasil produksi terhadap target awal (brief).

    • Mendokumentasikan semua tahapan dan file proyek sebagai arsip (final archive).

    • Menyusun laporan pertanggungjawaban dan evaluasi keseluruhan proses kerja.