Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Selasa, 19 Juli 2022

Belajar membuat Nota

 CONTOH NOTA


Tugas :
Buatlah Nota seperti contoh diatas, dan silahkan dikirim ke email mochaliyasin@gmail.com


Belajar Membuat Iklan (1)

 Berikut Template yang tersedia, silahkan pilih sesuai selera anda




Tugas :
Buatlah Iklan dengan menggunakan template diatas, dan hasilnya silahkan dikirim ke email mochaliyasin@gmail.com

Berikut contoh hasil kreasi atau pengembangan dari template di atas.




Senin, 18 Juli 2022

Pengertian Desain Grafis



Desain grafis adalah bentuk komunikasi visual yang memanfaatkan elemen grafis, seperti gambar, teks, warna, dan sebagainya untuk menyampaikan informasi secara efektif. Contoh penerapan desain grafis selain pada kemasan produk, di antaranya poster, papan iklan, brosur, dan masih banyak lagi.

Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Kategori Desain Grafis

Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:

  1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer,  pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
  2. Web Desain: desain untuk halaman web.
  3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
  4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional     yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
  5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

Rabu, 13 Juli 2022

Perencanaan Produksi Massal

Kelas XII 

 

Perencanaan Produksi Massal



Perencanaan produksi merupakan proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk diperkenalkan ke pasar. Selain itu, dunia usaha maupun dunia industri harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal dalam pemasarannya (ekstensi produk atau perbaikan, distribusi, perubahan harga, dan promosi). Kesuksesan suatu dunia usaha maupun dunia industri tergantung dari cara mencukupi kebutuhan pelanggan, kemudian menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dengan biaya yang rendah.

Perencanaan produksi berkaitan dengan aktivitas untuk menetapkan kemampuan semua sumber daya dunia usaha maupun dunia industri yang digunakan guna menjalankan kemampuan produksi agar berjalan sesuai dengan rencana. Perkembangan yang pesat dalam kegiatan produksi massal dalam suatu dunia usaha maupun dunia industri bergantung dari kemampuan produksi agar berjalan sesuai dengan rencana. Kemampuan yang dimaksud ialah mengidentikasikan kebutuhan pelanggan dan menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya minimal. Hal ini merupakan tanggung jawab setiap bagian dunia usaha maupun dunia industri.

Berikut ini merupakan denisi perencanaan produksi dari beberapa ahli dalam bidang ekonomi dan manajemen.

a.       Nasution (2003) Menurut Nasution, perencanaan produksi dilakukan dengan menentukan arah awal dari tindakan-tindakan yang harus dilakukan, berapa banyak melakukannya, serta kapan harus mulai melakukannya.

b.      Hantoro (1993) Perencanaan produksi bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dengan cara menguasai pasar, sehingga dunia usaha maupun dunia industri dapat berkembang secara signikan.

c.       Gitosudarmo (1999) Menurut Gitosudarmo, perencanaan merupakan tahap awal yang penting dalam keseluruhan prses manajemen agar faktor produksi yang biasanya sangat terbatas dapat arahkan secara maksimal demi mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

d.      Tarigan (2005) Pendekatan produksi secara praktis bertujuan untuk mengurangi tenggang waktu dalam pelaksanaan proses. Pengurangan dapat dilakukan dengan meminimalkan alur proses material dan rute pengerjaan produk dalam produksi.

e.      Kusuma (2002) Menurut Kusuma, perencanaan produksi merupakan suatu dunia usaha maupun dunia industri yang bergantung dalam faktor eksternal, yaitu pangsa pasar yang diraih struktur ekonominya.

 

Tujuan perencanaan produk dalam perencanaan produksi massal antara lain sebagai berikut.

a. Meminimalkan dan Memaksimalkan Biaya untuk Memperoleh Keuntungan Pembuatan perencanaan produk dilakukan untuk memaksimalkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses produksi, misalnya penyediaan bahan baku, tenaga kerja, dan lain sebagainya. Jika mampu menekan biaya produksi, semakin besar keuntungan yang akan didapat. Penekanan biaya produksi tidak dilakukan untuk mengurangi kualitas produk karena kualitas produk sudah ada standarisasinya.

b.      Memaksimalkan Produk untuk Kepuasan Pelanggan Semakin besar tingkat kepuasan pelanggan pada suatu produk, maka semakin mudah bagi dunia usaha maupun dunia industri dalam mendapatkan keuntungan. Namun sebaliknya, jika tingkat kepuasan pelanggan menurun terhadap sebuah produk, maka akan semakin sulit bagi dunia usaha maupun dunia industri dalam mendapatkan keuntungan dari suatu produk. Pelanggan hanya akan beralih dengan menggunakan produk yang sama sesuai dengan kualitas yang lebih memuaskan. Salah satu cara dunia usaha maupun dunia industri untuk meningkatkan kepuasan pelanggan yakni dengan melakukan inovasi yang sesuai dengan permintaan pelanggan pada suatu produk. Akan tetapi, apabila inovasi dilakukan tanpa mempertimbangkan kepuasan konsumen, maka akan terjadi penurunan permintaan konsumen, sehingga produk itu akan ditinggalkan.

c. Meminimalkan Terjadinya Perubahan dalam Nilai Produksi Perencanaan produksi dapat meminimalkan risiko kehilangan nilai produksi suatu produk, misalnya persediaan bahan baku di sebuah gudang yang harus diproduksi sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. Apabila proses produksi terjadi dalam waktu yang cukup lama, maka bahan baku yang disimpan di gudang akan mengalami kerusakan apabila tidak terpakai lagi. Bahan baku yang tidak terpakai mengakibatkan kualitasnya menjadi menurun. Oleh sebab itu, sebaiknya produksi dilakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

d. Meminimalkan Adanya Perubahan Tenaga Kerja Perencanaan produksi yang baik akan menentukan banyaknya tenaga kerja yang harus digunakan untuk menghasilkan suatu produk. Dengan perencanaan yang berkaitan pada tenaga kerja tersebut, biaya tenaga kerja dapat diminimalkan.  Biaya produksi harus diminimalkan untuk menyiasati harga bahan baku yang mahal serta menghindari kenaikan harga jual.

e.  Memaksimalkan Perlengkapan Sarana dan Prasarana Inventaris Pabrik Adanya perencanaan produk yang strategis mampu memaksimalkan penggunaan perlengkapan yang terdapat dalam pabrik. Selain itu, perencanaan dalam proses produksi dapat digunakan untuk meminimalkan biaya penggunaan dan inventaris yang lain guna menjalankan proses produksi sampai barang tersebut terjual.

Ciri-ciri Produksi Massal

Kelas XII 

 

Ciri-ciri Produksi Massal



Sumber daya alam yang tersedia yang digabungkan dengan sumber daya manusia dengan keahlian dan keterampilan terlatih merupakan dorongan bagi dunia usaha maupun dunia industri dalam menerapkan proses produksi massal.

Ciri-ciri produksi massal antara lain sebagai berikut.

a.   Dunia usaha maupun dunia industri mampu menghasilkan produk dengan biaya rendah dan jumlah besar.

b.      Mampu menguasai pasar dalam tujuan produksi.

c.       Produk banyak dijual di pasar bebas.

d.      Produk hampir terbuat sama dan tidak ada variasi produk.

e.      Persediaan pemenuhan permintaan pada masa tunggu dalam memproduksi produk massal harus terpenuhi. Jika terjadi kelebihan produk atau over production, maka dunia usaha maupun dunia industri akan mengambil suatu tindakan, yaitu melakukan discount atau suatu promosi produk besar-besaran dan mengadakan kuis berhadiah. Hal tersebut dilakukan agar produk massal dapat diserap oleh pasar yang ada di Indonesia. Masalah yang dihadapi oleh sebuah dunia usaha maupun dunia industri yaitu tantangan dalam menjalankan proses menambah jumlah produksi harus tetap stabil.

 

Produksi massal merupakan sebuah metode memproduksi dengan biaya rendah dalam jumlah besar, sehingga kualitas dapat terus meningkat dan dapat dipertahankan. Kelebihan melakukan produksi massal antara lain sebagai berikut.

a.   Esiensi waktu secara ekonomi Produksi massal setiap pekerja melakukan hal yang sama dan menggunakan peralatan sama untuk proses produksi yang terus berjalan. Hal ini disebabkan mesin-mesin harus bekerja dengan cepat. Para produsen mampu membuat produksi menjadi lebih singkat dengan cara membuat pekerja tidak perlu membutuhkan waktu dalam menyiapkan perlengkapan serta bahan-bahan yang dibutuhkan dalam produksi.

b.     Hemat biaya produksi Produsen memproduksi barang dalam jumlah besar. Dunia usaha maupun dunia industri akan mendapat potongan harga ketika membeli bahan baku dalam jumlah yang besar. Produksi massal biasanya menggunakan mesin-mesin yang canggih, sehingga mampu mengurangi biaya untuk tenaga kerja (tidak membutuhkan tenaga kerja banyak). Hal ini sangat penting bagi produsen makanan kecil dan besar agar menghemat pengeluaran yang tidak diperlukan

c.   Kecilnya keakuratan kesalahan dan keakuratan tinggi Pengerjaan produksi dilakukan oleh mesin-mesin yang modern, sehingga lebih akurat, esien, dan optimal. Hal ini dapat meminimalisasi tingkat risiko kesalahan manusia dalam memproduksi barang.

d.   Mempercepat tingkat produksi Pengerjaan produksi dengan menggunakan mesin-mesin yang modern secara otomatis menjadikan barang menjadi lebih cepat dipasarkan. Hal ini dilakukan karena tingkat produktivitas barang semakin cepat dan banyak.

e.      Proses berkreasi Yaitu memberikan variasi terhadap suatu produk dengan menambah nilai dari barang tersebut. Pengubahan nilai suatu produk dapat menghasilkan nilai kreasi dan menambah variasi dalam memproduksi massal produk tertentu.

f.   Perlunya komitmen yang tinggi dalam berusaha Dalam penggunaan waktu dan usaha yang diberikan, semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha, maka akan mendukung proses produksi massal yang akan membuat keberhasilan dalam memproduksi barang.

 

Produksi massal juga memiliki kekurangan. Hal-hal yang menjadikan kekurangan dalam produksi massal antara lain sebagai berikut.

a.     Kekakuan dalam melakukan produksi Pengerjaan produksi dikerjakan oleh mesin. Oleh karena itu, segala kegiatan produksi akan terpengaruh apabila terjadi kesalahan dalam pengerjaan desain proses produksi. Sistem tersebut akan terganggu apabila desain telah memasuki lini produksi, sehingga pengubahan terhadap desain produk sangat sulit dilakukan.

b.    Produk yang kurang bervariasi Masalah tersebut timbul karena adanya kesamaan produk yang akan menyulitkan produsen dalam memperkenalkan varian produk yang berbeda agar memenuhi kebutuhan konsumen.

c.     Jaminan yang tidak mendukung Artinya tidak adanya jaminan sebuah produk akan laris manis di pasaran. Hal ini dikarenakan dunia usaha maupun dunia industri harus tetap memperhatikan permintaan pasar terhadap suatu produk tertentu.

Pengertian Produksi Massal

 Kelas XII 



Pengertian Produksi Massal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), produksi adalah proses mengubah barang agar mempunyai kegunaan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi barang merupakan segala kegiatan untuk menciptakan atau menambah guna atas suatu benda yang ditunjukkan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran. Menurut Wikipedia, produksi massal adalah sistem produksi dalam jumlah besar dari produk yang standar, termasuk dan terutama pada lini perakitan. Produksi massal bisa diterapkan untuk berbagai jenis produk, dari cairan dan partikel-partikel yang ditangani dalam jumlah besar (seperti makanan, bahan bakar, bahan kimia, dan tambang mineral) sampai bagian-bagian padat yang kecil-kecil (seperti pengencang) dan perakitan bagian-bagian kecil tersebut (seperti peralatan rumah tangga dan mobil). Hal ini berlaku juga untuk produk kerajinan, perumahan, dan lain sebagainya. Tujuan produksi adalah untuk menghasilkan suatu barang, menambah dan meningkatkan nilai guna barang yang sudah ada, serta memperoleh tambahan penghasilan untuk memenuhi semua kebutuhan manusia. Hasil suatu produk itulah yang didistribusikan dan dikonsumsi masyarakat secara luas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), massal adalah melibatkan kehadiran orang banyak. Produksi massal dapat diartikan sebagai produksi yang dibuat dalam jumlah besar yang bermanfaat untuk banyak orang dalam masyarakat secara luas. Perakitan produk dalam jumlah besar termasuk ke dalam produksi massal.

Menurut Ace Partadireja (1987:21), dalam teori ekonomi, landasan teknis mengenai tahapan-tahapan produksi disebut fungsi produksi. Adanya tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan suatu barang membuat para produsen berusaha secepatnya memenuhi kebutuhan konsumen dengan melakukan produksi barang secara besar-besaran dan membuat biaya produksi menjadi semakin rendah.

Produksi massal merupakan suatu kegiatan memproduksi barang dalam jumlah yang besar dengan menentukan terlebih dahulu standar spesikasinya. Produk yang dihasilkan dari produksi massal memiliki ciri khas antara lain model, bentuk, dan rasa yang tidak mudah mengalami perubahan, serta banyak digunakan di masyarakat. Repetitive process ialah proses produksi massal dan memproduksi produk-produk tertentu dalam jumlah besar dengan mengikuti serangkaian perancangan yang sama dengan produk sebelumnya, contohnya sepeda, motor, mobil, dan elektronik. Salah satu ciri produksi massal yakni tidak harus ada negosiasi antara produsen dengan calon konsumen dalam pengerjaan barang. Produksi massal sebelumnya terjadi sewaktu pihak dunia usaha maupun dunia industri melakukan survei pasar dalam menentukan masalah harga. Jika harga yang akan ditentukan mahal, maka barang tersebut dapat kalah saing dengan barang yang setipe milik dunia usaha maupun dunia industri yang lainnya. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan produksi massal merupakan kegiatan-kegiatan sesingkat mungkin dan biaya rendah serta dengan jumlah besar.

SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA (Karakter Wirausaha)

 Karakter Wirausaha

Wirausahawan adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan kemungkinan menanggung resiko seperti kerugian. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus memiliki kesiapan mental, baik pada saat menghadapi keadaan yang merugikan maupun saat ia mendapatkan untung besar.

Karakter wirausaha yang harus dimiliki oleh seorang yang ingin menjadi wirausahawan agar sukses dalam menjalankan usahanya diantaranya adalah:

Kreatif

Kemampuan seseorang untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan pola pikir dan tindakan yang berbeda. 

Inovatif

Proses menghasilkan sesuatu gagasan atau penemuan baru yang dapat diterima atau dijual ke masyarakat. Terkadang inovasi itu berupa ide yang sederhana dan sepele, asal merupakan sesuatu yang atau sesuatu yang lebih baik dari yang sudah ada. 

Berani 

Seorang wirausaha harus memiliki sifat berani dalam mengambil keputusan dan juga berani dalam mengambil resiko tentunya dengan perhitungan yang cermat.

Kepemimpinan

Karakter kepemimpinan berarti seorang wirausaha  harus bisa mengelola dan  mengatur bisnisnya dalam mencapai tujuan.

Mampu berkomunikasi

Seorang wirausaha harus mampu menyampaikan gagasan dan pesan baik secara internal (kepada karyawan) maupun secara eksternal kepada mitra usaha.

Kerjasama

Kemampuan untuk menjalin hubungan baik dengan beberapa pihak dalam menjalankan usahanya. Itu artinya ia harus mampu bergandengan tangan untuk melangkah bersama-sama.

Mandiri

Seorang wirausaha adalah pribadi yang mandiri, tidak menggantungkan masa depannya pada orang lain. 

Percaya diri

Percaya pada kemampuan diri itu sangat penting. Rasa percaya diri ini yang menyebabkan ia mantap dalam melangkah dan mewujudakan impiannya.

Jujur

Jujur merupakan akar dari semua karakter. Seberapa hebat kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, bila tidak memiliki kejujuran, maka semua akan sirna, kepercayaan orang lain terhadap diri kita akan hilang.

Pantang menyerah

Karakter pantang menyerah penting terutama saat menghadapi resiko kegagalan. Dalam proses dinamika menjalankan usaha banyak lika liku yang dihadapi. Kegagalan satu ke kegagalan berikutnya. Gagal dan bangkit lagi. 


Karakter wirausaha menurut Bygrave ada sepuluh, dikenal dengan 10 D, yaitu sebagai berikut:

1) Dream : memiliki keinginan untuk mewujudkan impian di masa depan

2) Decisiviness : mampu membuat keputusan secara cepat dan tepat

3) Doers : melakukan tindak lanjut terhadap keputusan yang diambil

4) Determination : melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian, tanggung jawab dan pantang menyerah

5) Dedication : memiliki dedikasi yang tinggi dan rela berkorban

6) Devotion : tidak mengenal lelah, fokus dalam memperhatikan bisnisnya

7) Details : mampu menganalisa secara rinci sampai ke hal-hal kecil

8) Destiny : mampu merumuskan tujuan yang hendak dicapai

9) Dollars : uang bukan semata-mata tujuan yang hendak dicapai  

10) Distribute : mampu mendistribusikan atau membagi tugas, wewenang dan kepemilikan kepada orang lain