Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Minggu, 07 Januari 2024

EVALUASI dan PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK (Bab 3 - PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK)

 


1.    Pengertian Evaluasi Produk

Sebuah perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi tentu harus melakukan evaluasi terhadap produknya sebelum diluncurkan ke pasaran. Untuk menghasilkan barang yang bermutu,perusahaan harus menentukan standar kualitas secara jelas. Pentingnya melakukan evaluasi produk agar perusahaan bisa memantau setiap kerusakan produk kemudian dicari penyebabnya dan segera dilakukan perbaikan.

Evaluasi produk adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang akan dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir,diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.

Adapun factor yang biasa dipakai dalam mengevaluasi kepuasan produksi manufaktur menurut Garvin dalam Lovelock (1994), antara lain meliputi aspek sebagai berikut :

a.       Reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya. Dalam hal ini konsumen melihat kinerja ( performance ) karakteristik operasi pokok dari produk inti yang dibeli.

b.      Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan ( features ) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap yang merupakan fasilitas tambahan yang menambah fungsi dasar berkaitan dengan pilihan pengembangan.

c.       Kehandalan ( reliability ), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal digunakan.Berkaitan dengan kemungkinan suatu produk melaksanakan fungsinya secara berhasil dalam waktu tertentu dibawah kondisi tertentu.

d.      Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan.

e.       Daya tahan ( durability ) berakaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat digunakan.Biasanya karakteristik ini berhubungan dengan ukuran masa pakai suatu produk.

f.       Kemampuan pelayanan (serviceability), merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan kompetensi, kenyamanan, mudah direspirasi serta penanggulangan keluahan yang memuaskan.

g.      Estetika ( estebility ) merupakan karakteristik yang bersifat  subjektif sehingga berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi atau pilihan pribadi.

h.      Kualitas yang dirasakan ( perceived quality ) bersifat subjektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam mengonsumsi produk tersebut seperti meningkatkan harga diri, biasanya merupakan karakteristik yang berhubungan dengan reputasi.

 

2.    Penentuan Kualitas Produk dan Pengendalian Mutu Produk

Adapun standar dari kualitas suatu produk ditetapkan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

a.    Kualitas produk pesaing

Minimal perusahaan menghasilkan produk dengan kualitas yang sama dengan Pesaing bahkan sedapat mungkin lebih baik dari produk pesaing.

 

b.    Manfaat akhir dari produk

Apakah produk tersebut sebagai produk akhir atau produk perantara untuk diproduksi lebih lanjut.

c.    Keseimbangan antara harga dan kualitas

Perusahaan harus menyesuaikan harga jual dengan kualitas produk.Konsumen tidak akan segan membeli dengan harga tinggi,bila kualitas dari produk yang dibelinya memang terjamin atau berkualitas super.

 

Pengendalian mutu terhadap produk tentu sangat diperlukan.Pengendalian mutu atau quality control adalah proses penilaian dan pengawasan kualitas atas hal-hal yang berkaitan dengan produksi. ISO 9000 mendefinisikan pengendalian mutu sebagai “Bagian dari manajemen kualitas yang berfokus pada pemenuhan standar kualitas suatu produk”.

 

3.    Pendekatan Pengendalian Kualitas Produk

Pengendalian kualitas bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan penyimpangan,baik bahan, tenaga, waktu maupun kualitas barang jadi serta untuk memperbaiki kesalahan – kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya,pada saat maupun setelah proses produksi. Pengedalian kualitas umumnya dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu sebagai berikut:

 

a.    Pendekatan Masukan

Kualitas suatu produk akhir sangat ditentukan oleh kualitas masukan (input) produksi, baik bahan baku atau pendukung,tenaga kerja,maupun peralatan produksi yang digunakan. Pengendalian kualitas berdasarkan pendekatan masukan adalah pengendalian dengan cara menetapkan standar yang sangat ketat terhadap spesifikasi bahan baku diperiksa secara cermat, tenaga kerja yang digunakan diseleksi secara ketat serta fasilitas atau perlengkapan produksi dipilih secara cermat.

 

b.    Pendekatan Proses

Pendekatan ini dilakukan melalui pengendalian yang ketat terhadap standar proses produksi yang dijalankan. Sebelum melakukan proses produksi setiap pekerja terlebih dahulu diberikan pedoman pelaksanaan proses produksi yang harus mereka pahami dengan baik sehingga mereka bekerja sesuai pedoman. Di samping itu setiap pekerja berusaha untuk meminimalisasi penyimpangan dan setiap kerusakan peralatan produksi segera diperbaiki.

 

c.    Pendekatan Keluaran

Pendekatan ini dilakukan dengan melihat kesesuaian produk akhir dengan pesanan atau standar yang telah ditetapkan, yaitu dengan melihat dan memeriksa sampel produk. Di samping itu pengendalian dengan pendekatan ini juga dilakukan terhadap fasilitas penyimpangan produk akhir, setiap produk akhir ( keluara ) akan diperiksa untuk melihat kesesuiaannya dengan standar yang telah ditetapakan sebelumnya yaitu yang disebut dengan sampel produk.

 

4.    Manfaat Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas bagi perusahaan memiliki manfaat sebagai berikut:

a.       Tercapainya efesiensi,dikarenakan tidak ada pemborosan bahan baku atau pendukung, waktu dan tenaga kerja.

b.      Menekan biaya, sehingga biaya rata-rata dan harga jual menjadi rendah.

c.       Meningkatkan penjualan, disamping karena harga jual relative rendah juga karena kualitas barang yang terjamin.

d.      Manfaat bagi konsumen adalah konsumen merasa puas karena memperoleh barang/produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing.

 

5.    Langkah Melakukan Evaluasi Kualitas Produk

Berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil perusahaan dalam melakukan evaluasi produk, antara lain :

a.       Evaluasi pada kualitas produk, yaitu dengan melakukan pengendalian mutu atau quality control, mencari cacat produk dan segera melakukan perbaikan. Pengendalian kualitas produk dilakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi kerusakan produk, mencari penyebab kerusakan dan usaha untuk melakukan perbaikan. Perusahaan perlu menentukan standar kerusakan produk maksimal dua persen.

b.      Evaluasi terhadap persepsi karyawan.Mengevaluasi persepsi karyawan dan para manajer terhadap kualitas juga mengevaluasi tingkat komitmen para karyawan dan manajer terhadap kualitas.

c.       Evaluasi tingkat kerusakan produk.Evaluasi ini dilakukan untuk mencari penyebab terjadinya kerusakan,seperti kualitas bahan yng digunakan tidak sesaui dengan standar, keteledoran karyawan yang disebabkan kurangnya pengawasan atau mesin yang sudah tidak layak pakai.

 

Setelah diperoleh hasil dari analisis tersebut dapat digunakan sebagai evaluasi  terhadap strategi bisnis perusahaan yang telah mecanangkan kebijakan mutu barang yang dihasilkan oleh perusahaan,termasuk kebijakan tingkat kerusakan barang.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Selamat Mengerjakan !!!

  1. Tugas Mandiri
  2. Tugas Kelompok

STANDARISASI dan SERTIFIKASI PRODUK (BAB 3-PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK)

 


Istilah dari standarisasi berasal dari kata standar yang memiliki arti satuan ukuran dan dapat digunakan sebagai dasar pembanding kualitas, kuantitas, nilai, dan hasil karya yang nyata. Dalam arti yang luas, standar menunjukkan spesifikasi dari suatu produk, bahan, maupun proses.

Standarisasi nasional merupakan salah satu instrument regulasi teknis yang dapat melindungi kepentingan konsumen nasional dan produsen produk dalam negeri. Melalui regulasi teknis yang berbasiskan standarisasi dapat mencegah beredarnya barang - barang yang tidak bermutu dan berbahaya di pasar domestic serta mencegah masuknya barang impor yang bermutu rendah.

Untuk mencegah hal tersebut menjadi tanggung jawab Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk membina, mengembangkan serta mengkoordiasi kegiatan di bidang standarisasi secara nasional.

BSN berkedudukan di bawah  dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang mengkoordinasikan. BSN sebagai lembaga pemerintah bertanggung jawab untuk merumuskan dan mengembangkan standar di Indonesia mengacu pada yang ditetapkan oleh badan dunia seperti ISO, CODEX Alimentarius, dan standar regional serta standar nasional lainnya.

 

Badan Standarisasi Nasional ( BSN ) memiliki fungsi sebagai berikut :

1)      Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang standarisasi Nasional;

2)      Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BSN;

3)      Fasilitas dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang standarisasi Nasional;

4)      Penyelenggaraan pembinaan kerja sama dalam negeri dan internasional di bidang standarisasi;

5)      Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasiumum di bidang perencanaan umum ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

 

Sedangkan kewenangan BSN sebagai lembaga penentu standarisasi produk nasional

sebagai berikut:

1.    Penyusun rencana nasional secara makro di bidangnya;

2.    Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro;

3.    Penetapan system informasi di bidangnya;

4.    Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu:

a.       Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang standarisasi nasional;

b.      Perumusan dan penetapan kebijakan system akreditasi lembaga sertifikasi, lembaga inspeksi dan laboratorium;

c.       Penetapan SNI;

d.      Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidangnya;

e.       Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidangnya.


-----------------------------------------------------------------------------------------

Selamat Mengerjakan !!!

  1. Tugas Mandiri
  2. Tugas Kelompok

PENGUJIAN PRODUK (Bab 3 PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK)

 


BAB 3

PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK

A.    PENGUJIAN PRODUK

1.    Hakikat Pengujian Produk

Pengujian produk merupakan kegiatan penting untuk menjamin kualitas produk di pasaran,sebelum sebuah produk dipasarkan perlu dilakukan pengujian produk terlebih dahulu.Pengujian produk dilakukan degan pengukuran terhadap sifat dan kinerja produk tersebut sesuai standar tertentu.

Proses pengukuran sifat atau kinerja suatu produk inilah yang disebut dengan pengujian produk. Jadi  pengujian produk adalah segala proses yang dilakukan oleh seorang peneliti, baik melalui pengukuran kinerja, keamanan, kualitas dan kesesuaian produk terhadap standar yang telah ditetapkan.

Bagi produsen, hasil pengujian produk berguna dalam pengarsipan dan untuk mendapatkan hak paten atas produknya.Selain itu,pengujian produk dapat digunakan sebagai persyaratan dalam peluncuran produk baru. Data hasil pengujian produk dapat digunakan sebagai rujukan ang tepat agar mendapatkan lisensi untuk proses produksi dan penjualan.

 

2.    Tujuan Pengujian Produk

Pengujian produk dilakukan untuk memenuhi berbagai tujuan, antara lain :

a. Memastikan produk tersebut telah memenuhi persyaratan spesifikasi, regulasi dan kontrak sesuatu produk;

b.Memastikan produk sudah berjalan sesuai dengan standarna melalui pembuktian demonstrasi produk;

c.  Menyediakan data standar bagi kepentingan ilmiah, teknik dan kegiatan penjaminan mutu;

d.  Menetapkan kesesuaian produk dengan penggunaan akhir;

e.  Sebagai  dasar untuk komunikasi teknis suatu produk

f.  Sebagai sarana perbandingan dengan produk lain

g. Sebagai bukti dalam proses hukum seperti pertanggungjawaban produk, hak paten,klaim produk dan lain sebagainya;

h.  Membantu memecahkan masalah yang terkait dengan kendala produk;

i.   Membantu mengidentifikasi efesiensi biaya dalam proses produksi

 

3.    Kegunaan Pengujian Produk

Besarnya nilai pengujian produk bagi perusahaan ditunjukkan oleh banyaknya kegunaan pengujian produk. Adapun kegunaan dari pengujian produk adalah :

a.  Meningkatkan kinerja produk dan kepuasan pelanggan;

b.  Produk akan lebih unggul dibandingkan dengan produk pesaing ;

c.  Dapat mengukur kadarluarsa pada kualitas produk dalam penyimpanan;

d.  Memberikan pedoman yang tepat terkait masalah harga,nama merk, kualitas kemasan produk;

e.  Dapat memantau kualitas produk dari berbagai pabrik dari tahun ke tahun dan jalur distribusinya;

f.   Memberikan gambaran daya terima konsumen terhadap produk tersebut.

 

4.    Pihak yang Berperan dalam Pengujian Produk

Bahwa pengujian produk terkait erat dengan aspek keamanan dan kenyamanan konsumen dalam pemakaian produk. Aspek keamanan produk sendiri tidak hanya melibatkan kepentingan konsumen itu sendiri tapi juga melibatkan pemerintah yang melindungi konsumen. Adapun pihak yang berperan dalam pengujian produk sebagai berikut :

a.       Pemerintah

Peran pemerintah disini yaitu dengan mengeluarkan undang – undang yang mewajibkan produsen menjelaskan kegunaan produk dan menjamin keamanan produk. Pemerintah terus mengadakan peningkatan mutu produk dengan menerbitkan suatu rangkaian standar secara nasional yaitu SNI (Standar Nasional Indonesia.

 

b.      Perusahaan

Peran perusahaan dalam pengujian produk yaitu menyediakan produk dan layanan sesuai dengan industry. Produsen dapat menerapkan beberapa standarisasi, baik yang bersifat fakultatif standar yang dibuat oleh perusahaan sendiri) ataupun standar wajib (standar produk yang ditentukan melalui peraturan pemerintah)

 

c.       Organisasi Konsumen

Peran oranisasi konsumen yaitu sebagai perakilan kepentingan konsumen kepada produsen dan pemerintah. Ketika pemerintah dan produsen tidak menetapkan standar kualitas suatu produk,maka organisasi konsumen beranggapan bahwa kualitas merupakan hal terpenting bagi konsumen.

 

5.    Persyaratan Pengujian Produk

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pengujian produk benar-benar akurat dan dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

a.    Pendekatan Sistem

Metode dan prosedur pengujian produk harus memiliki system yang standar sehingga setiap produk yang sejenis diuji dengan menggunakan cara yang sama. Termasuk dalam hal – hal sebagai berikut:

1)      Produk yang disiapkan harus sama,baik kemasan dan pengkodean

2)      Kuesioner yang diajukan harus sama

3)      Rencana sampling yang sama

4)      Metode preparasi dan tabulasi data dilakukan secara sama

 

b.    Data Normatif

Pengujian produk dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Tujuannya untuk membangun data base normative sehingga hasil uji produk lebih memiliki nilai.

 

c.    Perusahaan Penelitian yang Sama

Ada baiknya produsen menggunakan satu perusahaan riset untuk melakukan smua pengujian produknya. Hal ini merupakan satu-satunya cara untuk memastikan semua uji produk dilakukan dengan cara yang persis sama.

 

d.   Uji Lingkungan Nyata

Adalah pengujian produk yang dilakukan oleh orang-orang yang berada dilingkungan tempat nantinya produk tersebut akan digunakan. Jika produk tersebut digunakan di kantor maka produk  tersebut harus diuji oleh orangorang yang bekerja di kantor.

 

e.    Populasi Sampel yang Relevan

Sampel merupakan variable penting dalam pengujian produk. Apabila produk  baru atau produk  yang memiliki pangsa pasar rendah maka sampel harus mencerminkan susunan merk dari pasar tersebut.

 

f.     Variabel Kritis

Kegunaan dan kualitas produk harus dipahami dari sudut pandang konsumen dan bukan dari produsen. Misalkan aspek produk apa yang benar-benar penting bagi konsumen? dan apa variable kritis yang menentukan kepuasan konsumen terhadap produk? Variabel kritis ini harus diidentifikasi untuk setiap kategori produk agar dapat merancang system pengujian produk yang akurat .

 

g.    Tindakan Konservatif

Rumusan produk mapan sebaiknya tidak diubah tanpa melakukan pengujian dan evaluasi terhadap formulasi baru. Bila produsen telah yakin memiliki produk yang lebih baik, usahakan untuk memasarkan ke wilayah pemasaran yang terbatas selama periode tertentu. Hal ini bertujuan untuk melihat siklus pembelian produk berulang. Selanjutnya,distribusikan produk ke semua pangsa pasar. Semakin kecil pangsa pasar, akan semakin besar pula resiko yang bisa diambil dengan formulasi baru tersebut. Semakin besar pangsa pasar semakin bisa mempertahankan keadaan dalam memperkenalkan formulasi baru.


------------------------------------------------------------------------------------------


Silahkan Kerjakan tugas berikut ini :

  1. Tugas Mandiri
  2. Tugas Kelompok

Jumat, 05 Januari 2024

BAB 3 Perkembangan Teknologi Industri dan Dunia Kerja Bidang Desain Komunikasi Visual

Industri kreatif di Indonesia saat ini telah menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Salah satunya bidang DKV. Bidang ini merupakan satu dari empat subsektor ekonomi kreatif yang mengalami pertumbuhan sangat pesat. DKV memiliki peranan penting dan mampu memberikan dampak besar terhadap subsektor ekonomi kreatif di Indonesia. Dengan mengasah kemampuan di bidang industri kreatif, dapat menghasilkan sebuah karya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Contoh industri kreatif yang sedang trending saat ini adalah YouTuber, perfilman, fotografi, periklanan, dan selebgram. Industri kreatif merupakan awal dari aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi teknologi. Industri kreatif sering disebut dengan industri budaya atau ekonomi kreatif. Menurut John Howkins (2013), ekonomi kreatif terdiri atas periklanan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, fashion, film, musik, seni pertunjukan, penerbitan, penelitian dan pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio, serta permainan video. Muncul pula definisi yang berbeda-beda mengenai sektor ini. Namun, sejauh ini penjelasan Howkins masih belum diakui secara internasional. Industri kreatif merupakan awal proses penciptaan, inovasi, kreativitas, dan ide baru dari seseorang atau sekelompok orang yang dapat menghasilkan produk-produk baru. Produk ini dijadikan produk ekonomi yang mempunyai nilai jual tinggi. Dengan begitu, maka industri kreatif memiliki manfaat sebagai berikut.

  1. Dapat menumbuhkan kreativitas.
  2. Menghasilkan inovasi produk-produk terbaru.
  3. Menciptakan ide-ide yang baru.

Industri kreatif pada Revolusi Industri 4.0 memasuki ranah industri yang baru dan bebas, dalam arti tidak ada batasan. Adanya teknologi komputer sangat membantu kerja seorang desainer. Contoh hasil
industri kreatif khususnya bidang DKV saat ini adalah metaverse, NonFungible Token (NFT), new media, Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR).  Metaverse dapat diartikan sebagai konsep 3D berkelanjutan. Metaverse menggabungkan beberapa ruang virtual yang berbeda. Metaverse hampir sama dengan internet yang berisi situs web yang berbeda, tetapi dapat diakses melalui satu browser saja. Non-Fungible Token (NFT) merupakan aset digital yang memperlihatkan objek dunia nyata seperti lukisan, seni musik, item pada game, hingga video pendek. Konsep menjual karya seni ini dapat melalui galeri seni virtual dan dianggap dapat menghasilkan peluang miliaran rupiah.  New media (media baru) merupakan penyampaian informasi melalui teknologi digital. Selama ini, yang kalian ketahui bahwa informasi seperti  berita hanya dapat diperoleh melalui koran, tabloid, dan majalah. Namun, informasi tersebut sekarang sudah dapat ditampilkan dan disalurkan melalui perangkat komunikasi yang terhubung dengan internet.

Kemajuan era teknologi industri memberikan kemudahan dalam proses produksi media DKV di berbagai bidang. Pemanfaatan teknologi industri yang baik dapat memberikan hasil yang lebih baik dan konsisten pada produknya. Dengan adanya kemajuan teknologi industri diharapkan tidak banyak ketertinggalan pada kualitas karya DKV saat ini sehingga mampu bersaing dengan industri lainnya. DKV yang awalnya hanya membahas keahlian dan kompetensi teknis secara manual pada produksi
media publikasi, harus bisa berkembang dengan adanya perubahan pada teknologi industri.
1. industri periklanan,
2. industri permainan interaktif,
3. industri penerbitan,
4. industri multimedia,
5. industri arsitektur,
6. industri musik,
7. industri pasar seni dan budaya,
8. industri desain web, dan
9. industri bidang riset dan pengembangan.

Selanjutnya silahkan klik link berikut ini, untuk melaksanakan Post Test

Jumat, 29 Desember 2023

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN (INFORMATIKA)


  Tujuan Pembelajaran :

  1. Peserta didik mampu mengenal Algoritma dan Pemograman.
  2. Peserta didik mampu membaca dan menulis algoritma dengan benar
  3. Peserta didik mampu menggunakan simbol dengan tepat
  4. Peserta didik mampu membuat pemograman dengan baik


Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah. Langkah-langkah dalam algoritma harus jelas, terurut, dan dapat dijalankan.

Dalam kehidupan sehari-hari, algoritma sering kita lakukan tanpa sadar, misalnya saat bangun tidur, memasak, atau berangkat ke sekolah.


Suatu algoritma yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Jelas (Definiteness) – setiap langkah tidak menimbulkan makna ganda.
  2. Terurut (Sequence) – langkah-langkah disusun secara berurutan.
  3. Berhingga (Finite) – memiliki awal dan akhir.
  4. Memiliki Input dan Output – ada data yang diproses dan menghasilkan keluaran.
  5. Efektif – langkah-langkahnya dapat dikerjakan.


Tujuan algoritma antara lain:

  • Membantu memecahkan masalah secara sistematis
  • Menghindari kesalahan dalam proses penyelesaian masalah
  • Memudahkan pembuatan program komputer
  • Membiasakan berpikir logis dan terstruktur


Algoritma dapat disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu:

a. Algoritma Deskriptif (Narasi)

Ditulis menggunakan kalimat biasa.

Contoh: 

Algoritma Memasak Air

  • Siapkan panci
  • Isi panci dengan air
  • Letakkan panci di atas kompor
  • Nyalakan kompor
  • Tunggu hingga air mendidih
  • Matikan kompor


Algoritma Berangkat ke Sekolah

  • Mulai
  • Bangun tidur
  • Merapikan tempat tidur
  • Mandi dan membersihkan diri
  • Memakai seragam sekolah
  • Sarapan pagi
  • Menyiapkan tas sekolah (buku, alat tulis, dll.)
  • Berpamitan kepada orang tua
  • Berangkat ke sekolah
  • Tiba di sekolah
  • Selesai


Tugas Mandiri :

Buatlah algoritma untuk kegiatan membuat mie instan dan mencuci pakaian. Gunakan aplikasi Microsoft Word untuk menyelesaikan tugas tersebut. jangan lupa beri nama dan NIS anda di lembar kerja tersebut.



b. Pseudocode

Algoritma ditulis menyerupai bahasa pemrograman sederhana.

Contoh:

  • Mulai
  • Siapkan panci
  • Isi air ke panci
  • Nyalakan kompor
  • Jika air mendidih, matikan kompor
  • Selesai


c. Flowchart (Diagram Alir)

Algoritma digambarkan menggunakan simbol-simbol tertentu.

Beberapa simbol flowchart yang sering digunakan:



Manfaat Mempelajari Algoritma

  • Melatih pola pikir logis
  • Membantu memahami pemrograman
  • Membiasakan menyelesaikan masalah secara sistematis
  • Berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja


Kesimpulan

Algoritma adalah dasar penting dalam pemecahan masalah dan pemrograman. Dengan memahami algoritma, kita dapat berpikir lebih terstruktur, logis, dan efisien dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Senin, 25 Desember 2023

ANALISIS DATA (INFORMATIKA)


Tujuan Pembelajaran :
  1. Peserta didik menjelaskan metode pengolahan data agar data dapat dibaca dengan mudah dari berbagai sumber di buku dan internet.
  2. Peserta didik melakukan teknik pengumpulan data secara mandiri dan kreatif.
  3. Peserta didik menyampaikan hasil analisis data melalui aplikasi yang ada dan mampu presentasi secara berkelompok.

Asessmen Diagnostik Awal :
Kunjungi link berikut ini : https://forms.gle/JkGPuLopzVLEfeaXA


ANALISIS DATA

1.      Definisi Data

Sumber informasi adalah data. Terdapat beberapa pengertian data menurut beberapa ahli, diantaranya :

Menurut Wahyudi (2008:2), data adalah informasi yang telah diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih sederhana untuk melakukan suatu proses. Sehubungan dengan komputer saat ini dan media transmisi, data adalah informasi diubah menjadi bentuk digital biner.

Data adalah fakta yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan, biasanya dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan (Kumorotomo dan Margono, 2010:11).

Data didefinisikan sebagai representasi dunia nyata mewakili suatu objek seperti manusia, hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Dengan kata lain, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan yang nyata. Data merupakan material atau bahan baku yang belum mempunyai makna atau belum berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perlu diolah untuk dihasilkan sesuatu yang lebih bermakna (Mulyanto, 2009:15).

Informasi tanpa adanya data maka informasi tersebut tidak akan terbentuk. Begitu pentingnya peranan data dalam terjadinya suatu informasi yang berkualitas. Keakuratan data sangat mempengaruhi terhadap keluaran informasi yang akan terbentuk.

 

Analisi Data

Apakah itu analisis data? Analisis data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, terutama masalah yang berkaitan dengan penelitian. Atau definisi lain dari analisis lain dari analisis data yakni kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan dalam mengambil kesimpulan.

Ada banyak alat Excel bawaan untuk membantu pengelolaan data dan fitur pengurutan dan pemfilteran termasuk yang terbaik. Alat filter memberi Anda kemampuan untuk memfilter kolom data dalam tabel untuk mengisolasi komponen utama yang Anda perlukan. Alat penyortiran memungkinkan Anda mengurutkan berdasarkan tanggal, nomor, urutan abjad, dan lainnya. Dalam contoh berikut, kita akan mengeksplorasi penggunaan pengurutan dan pemfilteran serta menunjukkan beberapa teknik pengurutan tingkat lanjut. Berikut ini link contoh penggunaan spreadsheet dalam kegiatan sorting dan filtering menggunakan Excell.

https://www.learnexcelnow.com/sorting-and-filtering-data-with-excel/

Selain untuk Sorting dan Filtering, Excell bisa digunakan untuk mencari jumlah, nilai maksimal, minimal dan lain sebagainya. Berikut fungsi Excell yang perlu anda ketahui 

File untuk latihan bisa di download disini

SUM
SUM adalah rumus Excel yang digunakan untuk menjumlahkan angka pada sel-sel tertentu. Contohnya jika ingin menjumlahkan angka pada sel A2 sampai sel A10 maka rumus yang digunakan adalah:
=SUM(A2:A10) lalu enter

Perkalian, untuk memasukkan format rumus perkalian, cukup dengan memasukkan rumus pengguna sama dengan (=) diikuti dengan sel yang ingin dikalikan kemudian menyisipkan tpengguna bintang (*). Berikut formatnya:
=A2*A3 lalu enter

Pembagian, r
umus pembagian di Microsoft Excel menggunakan pengguna garis miring (/). Formatnya sebagai berikut:

=A2/A8 lalu klik enter

AVERAGE
Rumus Excel AVERAGE berfungsi untuk menghitung rata-rata angka pada beberapa jumlah sel. Contohnya, Pengguna sedang mencari rata-rata nilai mata kuliah yang ada pada sel A2 hingga A10, Pengguna bisa menggunakan rumus:
=AVERAGE(A2:A10)

IF
Rumus Excel IF merupakan salah satu fungsi yang paling banyak digunakan. Fungsi rumus ini yakni bisa membuat perbandingan logis antara nilai dan perkiraan.
Sehingga, pernyataan IF dapat memiliki 2 hasil. Hasil pertama jika perbandingan kamu Benar dan hasil kedua jika perbandingan salah. Syntax dari rumus Microsoft Excel ini adalah:
=IF(logical_test,"value_if_true","value_if_false")

MAX dan MIN
MAX dan MIN adalah rumus Excel yang digunakan untuk mencari angka tertinggi atau terendah di dalam deretan sel yang berisi angka.
Contohnya jika ingin mencari nilai tertinggi dan terendah dari hasil penjualan bulan Januari 2020 - Januari 2021, masukkan hasil penjualan data pada 1 sel deret ke bawah atau ke samping. Misal sel A2 sampai sel A10, lalu pengguna bisa menggunakan rumus:
Terbesar: =MAX(A2:A10)
Terkecil: =MIN(A2:A10)


-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selamat Mengerjakan !!

·