Belajar Phyton

Digunakan untuk membangun situs, software/aplikasi, mengotomatiskan tugas dan melakukan analisis data

Karya Desain

Menciptakan Karya Desain (Karya Desain) dalam konsentrasi keahlian DKV berfokus pada proses perancangan visual secara sistematis.

Teknik dasar Produksi

Proses perancangan yang memiliki tujuan utama menyampaikan suatu ide atau gagasan dengan menggunakan alat bantu visual.

Jumat, 26 Januari 2024

BAB 4 Teknik Dasar Proses Produksi pada Industri Desain Komunikasi Visual

 


Tujuan :

  1. Setelah mempelajari bab ini, kalian mampu: 
  2. memahami konsep kreativitas; 
  3. mengembangkan pola pikir kreatif melalui praktik secara mandiri; 
  4. mengomunikasikan hubungan kreativitas dengan industri kreatif; 
  5. menerapkan kreativitas dengan berpikir kritis tentang seluruh proses produksi dan teknologi; serta 
  6. menerapkan budaya kerja dalam industri Desain Komunikasi Visual.
Desain Komunikasi Visual (DKV) diartikan sebagai proses perancangan yang memiliki tujuan utama menyampaikan suatu ide atau gagasan dengan menggunakan alat bantu visual. Tampilan visual desain harus mampu menciptakan lingkungan visualnya, pemahaman materi digital, dan konsep. Oleh karena itu, desain dihasilkan dari proses berpikir kreatif. Proses berpikir seperti seorang desainer dapat mengubah cara kalian dalam mengembangkan produk, bahkan konsep. Design thinking atau pemikiran desain adalah cara berpikir terhadap permasalahan yang ada. Design thinking juga dikaitkan dengan inovasi produk dan jasa dalam lingkup bisnis atau peluang pasar. 
Kreativitas dibutuhkan ketika manusia menghadapi suatu masalah dan harus mencari solusi dari masalah tersebut. Masalah dapat berupa apa saja yang berasal dari sendi-sendi kehidupan masyarakat, baik masalah sosial, budaya, ekonomi, sains, dan teknologi. Solusi awalnya berangkat dari suatu ide untuk menjawab latar belakang permasalahan. Dari latar belakang permasalahan tersebut, dibuatlah rumusan-rumusan permasalahan untuk dicari solusi terbaiknya. Dari rumusan-rumusan permasalahan, dapat dilakukan penyusunan konsep kreativitas. Seperti halnya ketika mesin cetak press pertama kali ditemukan oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1450. Awal permasalahannya ketika itu adalah bagaimana caranya memperbanyak salinan naskah tanpa menulis berulang kali atau membutuhkan banyak tenaga penulis serta tidak membutuhkan waktu yang lama. Johannes Gutenberg akhirnya menemukan ide bagaimana membuat suatu acuan cetak. Acuan ini dibuat berdasarkan pengalamannya saat bekerja di Kota Mainz, Jerman sebagai tukang emas. Johannes Gutenberg bukan penemu proses cetak yang pertama. Namun, beliau adalah penemu pertama yang menggunakan acuan cetak huruf logam dengan menggunakan timah hitam sebagai bahan membuat lead aksara latin. Dengan penemuan kreatif Johannes Gutenberg, maka masalah saat penyalinan naskah pada zaman itu bisa terjawab. Konsep kreativitas sejatinya ialah bagaimana cara kalian menentukan langkah-langkah sistematis agar suatu karya yang kreatif dapat terwujud. Konsep pada awalnya merupakan sebuah ide yang tidak nyata. Ide dapat berasal dari penggalian referensi kreativitas melalui riset dan penelitian atau hanya mengembangkan dari ide yang telah ada sebelumnya.
Berpikir kreatif tidak selalu berpikir dengan angka-angka penjumlahan dan perkalian. Berpikir kreatif adalah cara berpikir dari sudut pandang yang berbeda dalam memecahkan masalah. Karena sudut pandang berbeda itulah kadang orang-orang kreatif dikatakan orang yang antik atau unik, asalkan memiliki alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Tingkat efisiensi dan efektivitasnya dapat dibahas nanti sesuai dengan kebutuhannya. Proses berpikir manusia memerlukan tahapan. Tahapan manusia dalam memikirkan suatu ide dapat melalui proses perjalanan masa lalu atau penggabungan dari berbagai macam sumber dan bentuk ide yang telah ada. Manusia dalam berpikir kreatif membutuhkan tahapantahapan. Menurut Wallas (Hawadi, 2004), proses berpikir kreatif meliputi tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi.
Tahapan persiapan meliputi latar belakang permasalahan, perumusan permasalahan, pengumpulan ide-ide temuan awal, langkahlangkah untuk mencari jawaban permasalahan, pengumpulan dan penyeleksian data, variasi jawaban, dan seterusnya. Misalnya dalam suatu permasalahan mencari bentuk kemasan. Kalian perlu melihat objek yang dikemas tersebut wujudnya apa, ukuran dan beratnya berapa, jumlahnya berapa, dan sebagainya. Kemudian dicari perumusan jawabannya melalui pemilihan jenis bahan, kekuatan bahan, uji coba bentuk kemasan, dan sebagainya. Tahap inkubasi merupakan tahap ketika kalian melakukan suatu penghentian dari pemecahan masalah tersebut dengan cara mengalihkan sejenak pada hal lain atau benar-benar berhenti. Tujuannya untuk melakukan penyegaran pikiran kembali. Pikiran manusia mengalami kelelahan setelah melalui banyak proses berpikir pada tahap sebelumnya. Suatu kegiatan yang menyegarkan terkadang memberikan jawaban di luar dugaan atas proses sebelumnya. Pada tahap inilah proses kreatif mulai muncul. Sampai sejauh mana bergantung pada seberapa jauh proses sebelumnya telah dilakukan. Tahap iluminasi (pencerahan) merupakan tahap yang terang benderang pada suatu jawaban permasalahan. “Eureka!” Seperti kata ilmuwan yang bernama Archimedes ketika menemukan rumusan hukum fisikanya. Tahap ini merupakan tahapan gemilang atas ditemukannya solusi kreatif. Tahap verifikasi merupakan tahap pengujian atas hasil temuan tersebut melalui peninjuan ulang dari awal tahapan proses. Tujuannya hanya untuk melihat sampai mana dampak keberhasilannya. Pengujian dapat berupa perhitungan angka-angka, pengukuran, atau catatancatatan hasil pengamatan untuk sekadar menyempurnakan jawaban permasalahan tersebut. Sebagai contoh, kemasan diuji lagi bahannya dari segi kekuatan dan keamanannya. Dilihat bentuknya sudah sesuai atau belum dengan ukuran dan bentuk benda yang dikemas. Cara pembuatan kemasannya apakah mudah dilakukan atau tidak, efisien atau tidak dari bahannya.

Industri kreatif merupakan suatu industri yang menitikberatkan produksi melalui pemanfaatan sumber daya proses kreatif. Nilai jual dari industri kreatif sangat bergantung pada seberapa banyak kreativitas terlibat dalam industri tersebut. Semakin banyak kreativitas yang dilibatkan, maka akan semakin tinggi pula nilai jualnya. Kreativitas yang dibutuhkan dalam industri kreatif merupakan sumber daya industri tersebut. Suatu industri bisa dikatakan berhasil berproduksi apabila bisa memberdayakan sumber dayanya dengan baik. Sumber daya dikatakan sangat berguna untuk suatu industri apabila menjadi sumber daya pokok industri tersebut dan tidak bisa tergantikan. Industri minyak goreng dikatakan berhasil berproduksi apabila mampu meng hasilkan minyak goreng dari bahan baku kelapa sawit. Jika tidak ada kelapa sawit, industri tersebut akan terhenti. Kreativitas dalam industri kreatif seperti halnya sebuah lokomotif dan gerbong kereta. Setelah bagian lokomotif industri tersebut mulai masuk ke pasar perdagangan, maka akan diikuti oleh industri kreatif lainnya yang berada pada gerbong di belakangnya. Meledaknya Korean wave (K-wave) dalam bidang seni musik di suatu belahan dunia, kemudian membawa masuk industri kreatif Korea yang lainnya, seperti bidang fashion, makanan, teknologi, dan lain-lain yang berbau Korea.
Kreativitas yang diharapkan dalam industri kreatif adalah kreativitas tanpa batas yang dimiliki oleh anak muda. Dengan jumlahnya yang tanpa batas, maka akan menjadi sumber daya yang kaya dan melimpah. Diharapkan kreativitas yang dihasilkan merupakan suatu bentuk produk inovasi kreatif sehingga memiliki jangka umur manfaat yang lebih panjang. Beberapa contoh kreativitas dalam industri kreatif yang inovatif dan digawangi oleh anak muda adalah: 
  1. Gojek, Grab, dan Maxim sebagai aplikasi berbasis moda transportasi online; 
  2. Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak sebagai aplikasi berbasis bisnis perdagangan online; serta 
  3. Traveloka dan tiket.com sebagai aplikasi berbasis biro perjalanan online.
Persaingan pasar membutuhkan trik jitu untuk memenangkan kompetisi perdagangan dan industri. Konsumen yang datang kepada kalian nantinya pasti akan menanyakan solusi komunikasi visual yang bagaimanakah yang mampu menempatkan citra produk mereka di kalangan khalayak pasar. Sikap ini tidak bisa tiba-tiba muncul dan bukan pula berdasarkan faktor keturunan. Sikap budaya kreatif merupakan talenta yang semestinya selalu dilatih dan dikembangkan. Modal untuk menjadi desainer komunikasi visual yang kreatif ialah memahami kebutuhan khalayak. Apa yang akan disampaikan harus bisa tersampaikan secara tepat kepada khalayak. Pesan visual yang baik sebagai berikut.
  1. What to say (apa yang akan disampaikan). Pesan yang akan disampaikan apakah bersifat ajakan, perintah, larangan, imbauan, atau informasi. 
  2. Who to say (kepada siapa akan disampaikan). a. Secara demografis: usia, tingkatan pendidikan, dan tingkatan ekonomi. b. Secara geografis: di mana wilayah tempat tinggalnya.c. Secara behavior: perilaku atau tindakan yang dibuat oleh individu, organisme, sistem, atau entitas buatan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri atau lingkungan sekitarnya. 
  3. How to say (bagaimana cara menyampaikan). a. Media konvensional, seperti televisi, koran, dan lain-lain. b. Media nonkonvensional, seperti video online, e-book, dan lain-lain.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamis, 11 Januari 2024

Desain Komunikasi Visual di Era Kemajuan Teknologi Industri

 

Kemajuan era teknologi industri memberikan kemudahan dalam proses produksi media DKV di berbagai bidang. Pemanfaatan teknologi industri yang baik dapat memberikan hasil yang lebih baik dan konsisten pada produknya. Dengan adanya kemajuan teknologi industri diharapkan tidak banyak ketertinggalan pada kualitas karya DKV saat ini sehingga mampu bersaing dengan industri lainnya. DKV yang awalnya hanya membahas keahlian dan kompetensi teknis secara manual pada produksi media publikasi, harus bisa berkembang dengan adanya perubahan pada teknologi industri.

1. Industri Periklanan

Industri periklanan yang awalnya bergerak pada produksi media lini bawah dan atas secara kon ven sional dan analog, sekarang harus bisa membuat perencanaan media secara nonkonvensional. DKV dalam industri periklanan yang maju harus bisa membuat perencanaan dan produksi media baru, sesuai dengan kebutuhan pengguna dan target pasar. Selain itu, desainer juga harus mampu membuat konten visual iklan agar menarik dan mudah diingat. Konsep kreatif yang disusun harus dapat diterima oleh khalayak dan pasar.

2. Industri Permainan interaktif

Industri permainan interaktif sekarang ini sangat besar peminat nya di pasaran. Pada industri tersebut, peranan desainer komunikasi visual sangat diperlukan dalam menciptakan berbagai elemen visual. Mulai dari pembuatan visual branding seperti logo dan ikon, desain karakter, desain lingkungan permainan, akse sori permainan, produksi merchandising, desain publikasi, dan sebagainya.

3. Industri multimedia

Industri multimedia (film/fotografi/video) sangat memerlukan kompetensi DKV. Pada produksi film, hasil dari DKV dapat dilihat pada desain visual judul film, poster film, sampul film, dan desain publikasi film lainnya. Pada industri fotografi dan video, peran DKV dapat dilihat pada desain album foto dan video, poster foto, sampul, elemen visual pada video seperti bumper, subtitle, dan sebagainya. DKV pun dapat berperan dalam bagian pembuatan konten. 

4. Industri Penerbitan

Industri penerbitan sekarang ini banyak yang sudah beralih dengan membuat buku digital meskipun masih memproduksi buku fisiknya. Perbedaannya hanya pada penggunaan ukuran tata letak dan pemanfaatan area tampilan layar gawai. Di industri penerbitan, peranan DKV juga sangat dibutuhkan, seperti pada desain sampul, desain tipografi, ilustrasi, tata letak dan artistik halaman buku. 

5. Industri arsitektur

DKV dapat berperan dalam industri arsitektur. DKV berperan dalam membuat suatu desain untuk Enviromental Graphic Design (EGD), sistem penandaan (nama dan denah ruangan), visual branding, infografis, dan sebagainya.

6. Industri musik

Di industri musik, DKV juga sangat diperlukan. Suatu produk industri seni musik mem butuh kan komunikasi untuk promosi produk karyanya secara tersegmen sesuai sasaran pasar maupun khalayak. Peran DKV adalah membuat perancangan media promosi kegiatan tersebut, antara lain pembuatan desain sampul album musik, desain poster, dan banner.

7. Industri Pasar seni dan budaya

Dalam industri pasar seni dan budaya, DKV dibutuhkan dalam beberapa pekerjaan. Pekerjaan tersebut antara lain pembuatan desain katalog penjualan atau pameran, desain layout (tata letak) pameran, desain media promosi, dan pembuatan visual branding kegiatan pameran. 

8. Industri desain Web

Industri desain web sangat berkembang di era teknologi digital ini. Dalam suatu perancangan desain web dibutuhkan divisi pemrograman web dan divisi visual web. DKVdibutuhkan dalam divisi visual web untuk beberapa pekerjaan. Pekerjaan tersebut antara lain membuat desain layout halaman web, desain ikon, desain ban ner (statis maupun dinamis), ser ta desain konten visual seperti foto grafi, ilustrasi, dan infografis.

9. Industri bidang riset dan Pengembangan

Dalam bidang riset dan pengembangan, DKV dibutuhkan untuk membuat beberapa penyajian data secara visual. Gambar data riset dan pengembangan dapat didesain dalam bentuk infografis, grafik, pie chart atau column chart, dan pem buatan tata letak presentasi data.

Contoh Desain kreatif dengan Microsoft Word

.............................................................................................................................................

Selamat Mengerjakan !!!

  1. Tugas Mandiri
  2. Tugas Kelompok

Rabu, 10 Januari 2024

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)


Tujuan Pembelajaran, diharapkan peserta didik dapat:

  1. Mengoperasikan aplikasi perkantoran (pengolah kata, angka, dan presentasi)
  2. Melakukan integrasi antaraplikasi perkantoran (pengolah kata, angka, dan presentasi)
  3. Menggunakan fitur lanjut aplikasi perkantoran
  4. Menyajikan konten aplikasi dalam berbagai representasi


Teknologi Informasi dan Komunikasi atau disingkat dengan TIK adalah semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. Dalam bahasa Inggris, TIK disebut dengan Information and Communication Technology (ICT). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis atau ilmi pengetahuan terapan. Dapat juga diartikan sebagai keseluruhan dan kenyamanan hidup manusia.  Pengertian informasi menurut KBBI yaitu penerangan, pemberitahuan, kabar, atau berita tentang sesuatu. Sedangkan komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan. Dapat diartikan sebagai berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.  Kesimpulannya, pengertian TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpangan, penyebaran, dan penyajian informasi.

Jenis-jenis aplikasi perkantoran diantaranya:

1.    Aplikasi pengolah kata (Word)

2.    Aplikasi pengolah angka (Excel/Spreadsheet)

3.    Aplikasi pengolah presentasi (PowerPoint)

 

1.  Microsoft word

Microsoft Word merupakan salah satu perangkat lunak pengolah kata yang masih satu keluarga dengan Microsoft Office.  Sejauh ini, Microsoft Word merupakan aplikasi pengolah kata yang banyak digunakan di hampir semua bidang pekerjaan. Pada Microsoft Word Anda dapat membuat dokumen, baik dokumen formal maupun nonformal dengan sangat mudah. Sebelum Anda lebih jauh mempelajari tentang Ms. Word terlebih dahulu Anda harus mengetahui fitur-fitur dasar yang terdapat dalam workspace Ms. Word 2013 digunakan pada sistem operasi Windows.

 

2.  Microsoft Excel

Microsoft Excel merupakan salah satu perangkat lunak pengolah angka yang masih satu keluarga dengan Microsoft Office. Sejauh ini Microsoft Excel merupakan salah satu aplikasi pengolah angka yang banyak digunakan di hampir semua bidang, mulai dari perkantoran sampai dunia pendidikan. Pada Microsoft Excel Anda dapat mengerjakan perhitungan, pengolahan data, menganalisis, dan mengolah data.

 

3.  Microsoft PowerPoint

Microsoft PowerPoint merupakan salah satu perangkat lunak Microsoft Office yang digunakan untuk melakukan presentasi. Menurut KBBI, presentasi adalah menyampaikan, menyajikan, dan mengemukakan informasi kepada seseorang. Dalam penyampaian informasi tentu saja dibutuhkan media yang dapat menarik para audiens salah satunya yaitu slide di Ms. PowerPoint. Sejauh ini Ms. PowerPoint digunakan hampir di semua bidang mulai dari perkantoran, pemerintahan sampai dunia pendidikan.


-------------------------------------------------------------------------


Kerjakan Tugas berikut ini

  1. Tugas Mandiri
  2. Tugas Kelompok


Selasa, 09 Januari 2024

Perangkat Lunak Desain

 

Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah bidang ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan daya kreatif melalui media visual, seperti gambar, tulisan, dan tipografi, untuk menyampaikan pesan secara efektif.

Desain komunikasi visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indra penglihatan.

Secara umum, desain komunikasi visual memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada target audiens secara efektif dan efisien. Pesan atau informasi tersebut dapat berupa promosi produk atau jasa, pengenalan merek, sosialisasi program pemerintah, atau bahkan sekadar informasi umum.

  • Ruang lingkup desain komunikasi visual sangat luas, meliputi berbagai jenis media visual, seperti:
  • Media cetak: poster, brosur, majalah, koran, buku, dan lain-lain.
  • Media elektronik: iklan televisi, iklan radio, video, website, dan lain-lain.
  • Media luar ruang: billboard, baliho, spanduk, dan lain-lain.
  • Media interaktif: website, aplikasi, dan lain-lain.
  • Desain komunikasi visual memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui desain komunikasi visual, kita dapat menerima informasi dan pesan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan, hingga individu.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan desain komunikasi visual dalam kehidupan sehari-hari:

  • Iklan produk atau jasa: desain komunikasi visual digunakan untuk mempromosikan produk atau jasa kepada target audiens.
  • Logo perusahaan: desain komunikasi visual digunakan untuk menciptakan identitas visual perusahaan.
  • Brosur dan pamflet: desain komunikasi visual digunakan untuk menyampaikan informasi secara ringkas dan jelas.
  • Website dan aplikasi: desain komunikasi visual digunakan untuk membuat website dan aplikasi yang menarik dan mudah digunakan.
  • Desain komunikasi visual merupakan bidang ilmu yang kreatif dan inovatif. Desainer komunikasi visual harus memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan memahami kebutuhan target audiens.

Dalam ruang lingkup desain komunikasi visual, desain perangkat lunak dapat didefinisikan sebagai proses untuk mendefinisikan struktur, perilaku, dan antarmuka perangkat lunak yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi secara visual.

 

Perangkat lunak yang digunakan dalam desain komunikasi visual dapat berupa berbagai macam, mulai dari perangkat lunak desain grafis, perangkat lunak multimedia, hingga perangkat lunak aplikasi.

Perangkat lunak desain, juga dikenal sebagai software desain grafis, adalah program perangkat lunak yang digunakan untuk membuat desain grafis pada komputer. Desain grafis adalah representasi visual ide dengan simbol, kata, dan gambar pada komputer. Software desain grafis mengacu pada program atau kumpulan program yang memungkinkan untuk memanipulasi gambar atau model secara visual pada komputer. Grafik komputer dapat diklasifikasikan menjadi kategori grafik raster dan grafik vektor, dengan varian 2D dan 3D

Kerangka konseptual perangkat lunak ruang lingkup desain komunikasi visual adalah sebuah model yang menggambarkan hubungan antara berbagai komponen perangkat lunak yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi secara visual. Kerangka ini dapat digunakan sebagai panduan dalam proses desain perangkat lunak untuk memastikan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan memiliki kualitas yang baik.

Kerangka konseptual perangkat lunak ruang lingkup desain komunikasi visual terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:

  • Pesan atau informasi: komponen ini mewakili pesan atau informasi yang ingin disampaikan kepada target audiens.
  • Pengguna: komponen ini mewakili orang atau kelompok yang akan menggunakan perangkat lunak.
  • Perangkat lunak: komponen ini mewakili perangkat lunak yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.
  • Media visual: komponen ini mewakili media visual yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.


Kerangka konseptual ini dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Pesan atau informasi
  • Pengguna
  • Perangkat lunak
  • Media visual

Kerangka konseptual ini dapat digunakan untuk memahami berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam desain perangkat lunak ruang lingkup desain komunikasi visual. Berikut adalah beberapa aspek yang dapat dipertimbangkan:

  • Pesan atau informasi: desainer komunikasi visual harus memahami pesan atau informasi yang ingin disampaikan kepada target audiens. Pesan atau informasi harus jelas, ringkas, dan mudah dipahami.
  • Pengguna: desainer komunikasi visual harus memahami kebutuhan dan perilaku pengguna. Perangkat lunak harus mudah digunakan dan memenuhi kebutuhan pengguna.
  • Perangkat lunak: desainer komunikasi visual harus memilih perangkat lunak yang tepat untuk menyampaikan pesan atau informasi. Perangkat lunak harus memiliki fitur dan fungsi yang dibutuhkan.
  • Media visual: desainer komunikasi visual harus memilih media visual yang tepat untuk menyampaikan pesan atau informasi. Media visual harus menarik dan efektif dalam menyampaikan pesan atau informasi.

Dengan memahami berbagai aspek ini, desainer komunikasi visual dapat membuat desain perangkat lunak yang efektif dan efisien dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada target audiens.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan kerangka konseptual perangkat lunak ruang lingkup desain komunikasi visual:

  • Pembuatan website: dalam pembuatan website, desainer komunikasi visual harus memahami pesan atau informasi yang ingin disampaikan kepada target audiens. Desainer komunikasi visual juga harus memahami kebutuhan dan perilaku pengguna website. Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat website harus memiliki fitur dan fungsi yang dibutuhkan, seperti desain yang menarik, navigasi yang mudah, dan konten yang informatif. Media visual yang digunakan untuk membuat website juga harus menarik dan efektif dalam menyampaikan pesan atau informasi.
  • Pembuatan aplikasi: dalam pembuatan aplikasi, desainer komunikasi visual harus memahami pesan atau informasi yang ingin disampaikan kepada target audiens. Desainer komunikasi visual juga harus memahami kebutuhan dan perilaku pengguna aplikasi. Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi harus memiliki fitur dan fungsi yang dibutuhkan, seperti antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan, serta konten yang informatif. Media visual yang digunakan untuk membuat aplikasi juga harus menarik dan efektif dalam menyampaikan pesan atau informasi.
  • Pembuatan animasi: dalam pembuatan animasi, desainer komunikasi visual harus memahami pesan atau informasi yang ingin disampaikan kepada target audiens. Desainer komunikasi visual juga harus memahami kebutuhan dan perilaku pengguna animasi. Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat animasi harus memiliki fitur dan fungsi yang dibutuhkan, seperti kemampuan untuk membuat animasi yang berkualitas tinggi dan realistis. Media visual yang digunakan untuk membuat animasi juga harus menarik dan efektif dalam menyampaikan pesan atau informasi.
  • Pembuatan desain grafis : dalam pembuatan desain grafis baik itu untuk logo, desain poster, layout cover, flyer dan sebagainya.

Kerangka konseptual perangkat lunak ruang lingkup desain komunikasi visual dapat menjadi alat yang berguna bagi desainer komunikasi visual untuk membuat desain perangkat lunak yang efektif dan efisien dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada target audiens. Desainer komunikasi visual juga harus memahami kebutuhan dan perilaku pemakainya.

Jenis perangkat lunak desain dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, seperti jenis media visual yang dihasilkan, tujuan penggunaan, atau tingkat kesulitan penggunaan. Berikut adalah beberapa jenis perangkat lunak desain yang umum digunakan:

Berdasarkan jenis media visual yang dihasilkan:

  • Perangkat lunak pengolah grafis: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat gambar, grafik, dan ilustrasi. Beberapa contoh perangkat lunak pengolah grafis adalah Adobe Photoshop, CorelDRAW, dan Inkscape.
  • Perangkat lunak pengolah video: perangkat lunak ini digunakan untuk mengedit dan membuat video. Beberapa contoh perangkat lunak pengolah video adalah Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, dan DaVinci Resolve.
  • Perangkat lunak pengolah audio: perangkat lunak ini digunakan untuk mengedit dan membuat audio. Beberapa contoh perangkat lunak pengolah audio adalah Adobe Audition, Logic Pro, dan FL Studio.
  • Perangkat lunak pengolah animasi: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat animasi. Beberapa contoh perangkat lunak pengolah animasi adalah Adobe After Effects, Autodesk Maya, dan Blender.
  • Perangkat lunak pengolah web: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat website. Beberapa contoh perangkat lunak pengolah web adalah Adobe Dreamweaver, WordPress, dan Wix.
  • Perangkat lunak pengolah aplikasi: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat aplikasi. Beberapa contoh perangkat lunak pengolah aplikasi adalah Adobe XD, Sketch, dan Figma.

Berdasarkan tujuan penggunaan:

  • Perangkat lunak desain grafis: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat desain grafis, seperti logo, brosur, poster, dan kemasan produk.
  • Perangkat lunak desain produk: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat desain produk, seperti mobil, furniture, dan peralatan elektronik.
  • Perangkat lunak desain interior: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat desain interior, seperti rumah, kantor, dan toko.
  • Perangkat lunak desain arsitektur: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat desain arsitektur, seperti bangunan, jembatan, dan jalan.
  • Perangkat lunak desain grafis komputer: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat desain grafis secara digital.
  • Perangkat lunak desain grafis konvensional: perangkat lunak ini digunakan untuk membuat desain grafis secara manual.

Berdasarkan tingkat kesulitan penggunaan:

  • Perangkat lunak desain grafis pemula: perangkat lunak ini didesain untuk memudahkan pengguna pemula dalam membuat desain grafis.
  • Perangkat lunak desain grafis profesional: perangkat lunak ini memiliki fitur dan fungsi yang lebih lengkap dan kompleks, sehingga cocok untuk pengguna profesional.

Berikut adalah beberapa contoh media visual yang dihasilkan oleh berbagai jenis perangkat lunak desain:

  • Perangkat lunak pengolah grafis: gambar, grafik, ilustrasi, logo, brosur, poster, dan kemasan produk.
  • Perangkat lunak pengolah video: video, film, animasi, dan efek visual.
  • Perangkat lunak pengolah audio: musik, lagu, dan efek suara.
  • Perangkat lunak pengolah animasi: animasi 2D dan 3D.
  • Perangkat lunak pengolah web: website, halaman web, dan konten digital.
  • Perangkat lunak pengolah aplikasi: aplikasi komputer, aplikasi mobile, dan game.
  • Pemilihan jenis perangkat lunak desain yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penggunaan. Perangkat lunak desain yang tepat dapat membantu desainer komunikasi visual untuk menghasilkan desain yang efektif dan efisien dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada target audiens. 

Minggu, 07 Januari 2024

EVALUASI dan PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK (Bab 3 - PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK)

 


1.    Pengertian Evaluasi Produk

Sebuah perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi tentu harus melakukan evaluasi terhadap produknya sebelum diluncurkan ke pasaran. Untuk menghasilkan barang yang bermutu,perusahaan harus menentukan standar kualitas secara jelas. Pentingnya melakukan evaluasi produk agar perusahaan bisa memantau setiap kerusakan produk kemudian dicari penyebabnya dan segera dilakukan perbaikan.

Evaluasi produk adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang akan dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir,diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.

Adapun factor yang biasa dipakai dalam mengevaluasi kepuasan produksi manufaktur menurut Garvin dalam Lovelock (1994), antara lain meliputi aspek sebagai berikut :

a.       Reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya. Dalam hal ini konsumen melihat kinerja ( performance ) karakteristik operasi pokok dari produk inti yang dibeli.

b.      Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan ( features ) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap yang merupakan fasilitas tambahan yang menambah fungsi dasar berkaitan dengan pilihan pengembangan.

c.       Kehandalan ( reliability ), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal digunakan.Berkaitan dengan kemungkinan suatu produk melaksanakan fungsinya secara berhasil dalam waktu tertentu dibawah kondisi tertentu.

d.      Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan.

e.       Daya tahan ( durability ) berakaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat digunakan.Biasanya karakteristik ini berhubungan dengan ukuran masa pakai suatu produk.

f.       Kemampuan pelayanan (serviceability), merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan kompetensi, kenyamanan, mudah direspirasi serta penanggulangan keluahan yang memuaskan.

g.      Estetika ( estebility ) merupakan karakteristik yang bersifat  subjektif sehingga berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi atau pilihan pribadi.

h.      Kualitas yang dirasakan ( perceived quality ) bersifat subjektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam mengonsumsi produk tersebut seperti meningkatkan harga diri, biasanya merupakan karakteristik yang berhubungan dengan reputasi.

 

2.    Penentuan Kualitas Produk dan Pengendalian Mutu Produk

Adapun standar dari kualitas suatu produk ditetapkan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

a.    Kualitas produk pesaing

Minimal perusahaan menghasilkan produk dengan kualitas yang sama dengan Pesaing bahkan sedapat mungkin lebih baik dari produk pesaing.

 

b.    Manfaat akhir dari produk

Apakah produk tersebut sebagai produk akhir atau produk perantara untuk diproduksi lebih lanjut.

c.    Keseimbangan antara harga dan kualitas

Perusahaan harus menyesuaikan harga jual dengan kualitas produk.Konsumen tidak akan segan membeli dengan harga tinggi,bila kualitas dari produk yang dibelinya memang terjamin atau berkualitas super.

 

Pengendalian mutu terhadap produk tentu sangat diperlukan.Pengendalian mutu atau quality control adalah proses penilaian dan pengawasan kualitas atas hal-hal yang berkaitan dengan produksi. ISO 9000 mendefinisikan pengendalian mutu sebagai “Bagian dari manajemen kualitas yang berfokus pada pemenuhan standar kualitas suatu produk”.

 

3.    Pendekatan Pengendalian Kualitas Produk

Pengendalian kualitas bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan penyimpangan,baik bahan, tenaga, waktu maupun kualitas barang jadi serta untuk memperbaiki kesalahan – kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya,pada saat maupun setelah proses produksi. Pengedalian kualitas umumnya dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu sebagai berikut:

 

a.    Pendekatan Masukan

Kualitas suatu produk akhir sangat ditentukan oleh kualitas masukan (input) produksi, baik bahan baku atau pendukung,tenaga kerja,maupun peralatan produksi yang digunakan. Pengendalian kualitas berdasarkan pendekatan masukan adalah pengendalian dengan cara menetapkan standar yang sangat ketat terhadap spesifikasi bahan baku diperiksa secara cermat, tenaga kerja yang digunakan diseleksi secara ketat serta fasilitas atau perlengkapan produksi dipilih secara cermat.

 

b.    Pendekatan Proses

Pendekatan ini dilakukan melalui pengendalian yang ketat terhadap standar proses produksi yang dijalankan. Sebelum melakukan proses produksi setiap pekerja terlebih dahulu diberikan pedoman pelaksanaan proses produksi yang harus mereka pahami dengan baik sehingga mereka bekerja sesuai pedoman. Di samping itu setiap pekerja berusaha untuk meminimalisasi penyimpangan dan setiap kerusakan peralatan produksi segera diperbaiki.

 

c.    Pendekatan Keluaran

Pendekatan ini dilakukan dengan melihat kesesuaian produk akhir dengan pesanan atau standar yang telah ditetapkan, yaitu dengan melihat dan memeriksa sampel produk. Di samping itu pengendalian dengan pendekatan ini juga dilakukan terhadap fasilitas penyimpangan produk akhir, setiap produk akhir ( keluara ) akan diperiksa untuk melihat kesesuiaannya dengan standar yang telah ditetapakan sebelumnya yaitu yang disebut dengan sampel produk.

 

4.    Manfaat Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas bagi perusahaan memiliki manfaat sebagai berikut:

a.       Tercapainya efesiensi,dikarenakan tidak ada pemborosan bahan baku atau pendukung, waktu dan tenaga kerja.

b.      Menekan biaya, sehingga biaya rata-rata dan harga jual menjadi rendah.

c.       Meningkatkan penjualan, disamping karena harga jual relative rendah juga karena kualitas barang yang terjamin.

d.      Manfaat bagi konsumen adalah konsumen merasa puas karena memperoleh barang/produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing.

 

5.    Langkah Melakukan Evaluasi Kualitas Produk

Berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil perusahaan dalam melakukan evaluasi produk, antara lain :

a.       Evaluasi pada kualitas produk, yaitu dengan melakukan pengendalian mutu atau quality control, mencari cacat produk dan segera melakukan perbaikan. Pengendalian kualitas produk dilakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi kerusakan produk, mencari penyebab kerusakan dan usaha untuk melakukan perbaikan. Perusahaan perlu menentukan standar kerusakan produk maksimal dua persen.

b.      Evaluasi terhadap persepsi karyawan.Mengevaluasi persepsi karyawan dan para manajer terhadap kualitas juga mengevaluasi tingkat komitmen para karyawan dan manajer terhadap kualitas.

c.       Evaluasi tingkat kerusakan produk.Evaluasi ini dilakukan untuk mencari penyebab terjadinya kerusakan,seperti kualitas bahan yng digunakan tidak sesaui dengan standar, keteledoran karyawan yang disebabkan kurangnya pengawasan atau mesin yang sudah tidak layak pakai.

 

Setelah diperoleh hasil dari analisis tersebut dapat digunakan sebagai evaluasi  terhadap strategi bisnis perusahaan yang telah mecanangkan kebijakan mutu barang yang dihasilkan oleh perusahaan,termasuk kebijakan tingkat kerusakan barang.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Selamat Mengerjakan !!!

  1. Tugas Mandiri
  2. Tugas Kelompok

STANDARISASI dan SERTIFIKASI PRODUK (BAB 3-PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK)

 


Istilah dari standarisasi berasal dari kata standar yang memiliki arti satuan ukuran dan dapat digunakan sebagai dasar pembanding kualitas, kuantitas, nilai, dan hasil karya yang nyata. Dalam arti yang luas, standar menunjukkan spesifikasi dari suatu produk, bahan, maupun proses.

Standarisasi nasional merupakan salah satu instrument regulasi teknis yang dapat melindungi kepentingan konsumen nasional dan produsen produk dalam negeri. Melalui regulasi teknis yang berbasiskan standarisasi dapat mencegah beredarnya barang - barang yang tidak bermutu dan berbahaya di pasar domestic serta mencegah masuknya barang impor yang bermutu rendah.

Untuk mencegah hal tersebut menjadi tanggung jawab Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk membina, mengembangkan serta mengkoordiasi kegiatan di bidang standarisasi secara nasional.

BSN berkedudukan di bawah  dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang mengkoordinasikan. BSN sebagai lembaga pemerintah bertanggung jawab untuk merumuskan dan mengembangkan standar di Indonesia mengacu pada yang ditetapkan oleh badan dunia seperti ISO, CODEX Alimentarius, dan standar regional serta standar nasional lainnya.

 

Badan Standarisasi Nasional ( BSN ) memiliki fungsi sebagai berikut :

1)      Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang standarisasi Nasional;

2)      Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BSN;

3)      Fasilitas dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang standarisasi Nasional;

4)      Penyelenggaraan pembinaan kerja sama dalam negeri dan internasional di bidang standarisasi;

5)      Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasiumum di bidang perencanaan umum ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

 

Sedangkan kewenangan BSN sebagai lembaga penentu standarisasi produk nasional

sebagai berikut:

1.    Penyusun rencana nasional secara makro di bidangnya;

2.    Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro;

3.    Penetapan system informasi di bidangnya;

4.    Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu:

a.       Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang standarisasi nasional;

b.      Perumusan dan penetapan kebijakan system akreditasi lembaga sertifikasi, lembaga inspeksi dan laboratorium;

c.       Penetapan SNI;

d.      Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidangnya;

e.       Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidangnya.


-----------------------------------------------------------------------------------------

Selamat Mengerjakan !!!

  1. Tugas Mandiri
  2. Tugas Kelompok

PENGUJIAN PRODUK (Bab 3 PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK)

 


BAB 3

PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK

A.    PENGUJIAN PRODUK

1.    Hakikat Pengujian Produk

Pengujian produk merupakan kegiatan penting untuk menjamin kualitas produk di pasaran,sebelum sebuah produk dipasarkan perlu dilakukan pengujian produk terlebih dahulu.Pengujian produk dilakukan degan pengukuran terhadap sifat dan kinerja produk tersebut sesuai standar tertentu.

Proses pengukuran sifat atau kinerja suatu produk inilah yang disebut dengan pengujian produk. Jadi  pengujian produk adalah segala proses yang dilakukan oleh seorang peneliti, baik melalui pengukuran kinerja, keamanan, kualitas dan kesesuaian produk terhadap standar yang telah ditetapkan.

Bagi produsen, hasil pengujian produk berguna dalam pengarsipan dan untuk mendapatkan hak paten atas produknya.Selain itu,pengujian produk dapat digunakan sebagai persyaratan dalam peluncuran produk baru. Data hasil pengujian produk dapat digunakan sebagai rujukan ang tepat agar mendapatkan lisensi untuk proses produksi dan penjualan.

 

2.    Tujuan Pengujian Produk

Pengujian produk dilakukan untuk memenuhi berbagai tujuan, antara lain :

a. Memastikan produk tersebut telah memenuhi persyaratan spesifikasi, regulasi dan kontrak sesuatu produk;

b.Memastikan produk sudah berjalan sesuai dengan standarna melalui pembuktian demonstrasi produk;

c.  Menyediakan data standar bagi kepentingan ilmiah, teknik dan kegiatan penjaminan mutu;

d.  Menetapkan kesesuaian produk dengan penggunaan akhir;

e.  Sebagai  dasar untuk komunikasi teknis suatu produk

f.  Sebagai sarana perbandingan dengan produk lain

g. Sebagai bukti dalam proses hukum seperti pertanggungjawaban produk, hak paten,klaim produk dan lain sebagainya;

h.  Membantu memecahkan masalah yang terkait dengan kendala produk;

i.   Membantu mengidentifikasi efesiensi biaya dalam proses produksi

 

3.    Kegunaan Pengujian Produk

Besarnya nilai pengujian produk bagi perusahaan ditunjukkan oleh banyaknya kegunaan pengujian produk. Adapun kegunaan dari pengujian produk adalah :

a.  Meningkatkan kinerja produk dan kepuasan pelanggan;

b.  Produk akan lebih unggul dibandingkan dengan produk pesaing ;

c.  Dapat mengukur kadarluarsa pada kualitas produk dalam penyimpanan;

d.  Memberikan pedoman yang tepat terkait masalah harga,nama merk, kualitas kemasan produk;

e.  Dapat memantau kualitas produk dari berbagai pabrik dari tahun ke tahun dan jalur distribusinya;

f.   Memberikan gambaran daya terima konsumen terhadap produk tersebut.

 

4.    Pihak yang Berperan dalam Pengujian Produk

Bahwa pengujian produk terkait erat dengan aspek keamanan dan kenyamanan konsumen dalam pemakaian produk. Aspek keamanan produk sendiri tidak hanya melibatkan kepentingan konsumen itu sendiri tapi juga melibatkan pemerintah yang melindungi konsumen. Adapun pihak yang berperan dalam pengujian produk sebagai berikut :

a.       Pemerintah

Peran pemerintah disini yaitu dengan mengeluarkan undang – undang yang mewajibkan produsen menjelaskan kegunaan produk dan menjamin keamanan produk. Pemerintah terus mengadakan peningkatan mutu produk dengan menerbitkan suatu rangkaian standar secara nasional yaitu SNI (Standar Nasional Indonesia.

 

b.      Perusahaan

Peran perusahaan dalam pengujian produk yaitu menyediakan produk dan layanan sesuai dengan industry. Produsen dapat menerapkan beberapa standarisasi, baik yang bersifat fakultatif standar yang dibuat oleh perusahaan sendiri) ataupun standar wajib (standar produk yang ditentukan melalui peraturan pemerintah)

 

c.       Organisasi Konsumen

Peran oranisasi konsumen yaitu sebagai perakilan kepentingan konsumen kepada produsen dan pemerintah. Ketika pemerintah dan produsen tidak menetapkan standar kualitas suatu produk,maka organisasi konsumen beranggapan bahwa kualitas merupakan hal terpenting bagi konsumen.

 

5.    Persyaratan Pengujian Produk

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pengujian produk benar-benar akurat dan dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

a.    Pendekatan Sistem

Metode dan prosedur pengujian produk harus memiliki system yang standar sehingga setiap produk yang sejenis diuji dengan menggunakan cara yang sama. Termasuk dalam hal – hal sebagai berikut:

1)      Produk yang disiapkan harus sama,baik kemasan dan pengkodean

2)      Kuesioner yang diajukan harus sama

3)      Rencana sampling yang sama

4)      Metode preparasi dan tabulasi data dilakukan secara sama

 

b.    Data Normatif

Pengujian produk dilakukan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Tujuannya untuk membangun data base normative sehingga hasil uji produk lebih memiliki nilai.

 

c.    Perusahaan Penelitian yang Sama

Ada baiknya produsen menggunakan satu perusahaan riset untuk melakukan smua pengujian produknya. Hal ini merupakan satu-satunya cara untuk memastikan semua uji produk dilakukan dengan cara yang persis sama.

 

d.   Uji Lingkungan Nyata

Adalah pengujian produk yang dilakukan oleh orang-orang yang berada dilingkungan tempat nantinya produk tersebut akan digunakan. Jika produk tersebut digunakan di kantor maka produk  tersebut harus diuji oleh orangorang yang bekerja di kantor.

 

e.    Populasi Sampel yang Relevan

Sampel merupakan variable penting dalam pengujian produk. Apabila produk  baru atau produk  yang memiliki pangsa pasar rendah maka sampel harus mencerminkan susunan merk dari pasar tersebut.

 

f.     Variabel Kritis

Kegunaan dan kualitas produk harus dipahami dari sudut pandang konsumen dan bukan dari produsen. Misalkan aspek produk apa yang benar-benar penting bagi konsumen? dan apa variable kritis yang menentukan kepuasan konsumen terhadap produk? Variabel kritis ini harus diidentifikasi untuk setiap kategori produk agar dapat merancang system pengujian produk yang akurat .

 

g.    Tindakan Konservatif

Rumusan produk mapan sebaiknya tidak diubah tanpa melakukan pengujian dan evaluasi terhadap formulasi baru. Bila produsen telah yakin memiliki produk yang lebih baik, usahakan untuk memasarkan ke wilayah pemasaran yang terbatas selama periode tertentu. Hal ini bertujuan untuk melihat siklus pembelian produk berulang. Selanjutnya,distribusikan produk ke semua pangsa pasar. Semakin kecil pangsa pasar, akan semakin besar pula resiko yang bisa diambil dengan formulasi baru tersebut. Semakin besar pangsa pasar semakin bisa mempertahankan keadaan dalam memperkenalkan formulasi baru.


------------------------------------------------------------------------------------------


Silahkan Kerjakan tugas berikut ini :

  1. Tugas Mandiri
  2. Tugas Kelompok